Pelingkar Desak KSOP Tinjau Aktivitas PT GRM

0
456
AKTIVIS Pelingkar menyampaikan orasi di depan Kantor KSOP TB Karimun, Rabu (6/6)F-ALRION/tanjungpinang pos

Puluhan orang yang tergabung di Peduli Lingkungan Karimun (Pelingkar), mendatangi Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II TB Karimun untuk mebahas reklamasi PT Grace Rich Marine (GRM), Rabu (6/6).

KARIMUN – Puluhan massa tersebut meminta untuk bertemu dengan Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun untuk membahas persoalan reklamasi dan pengerukan laut yang dilakukan PT GRM di perairan Karimun. Pelingkar meminta, KSOP meninjau dan untuk sementara menghentikan aktivitas perusahaan.

”Kami menilai akvitas perusahaan melakukan pengerukan dan reklamasi terindakasi melakukan pelanggaran hukum serta pengrusakan lingkungan yaitu rusaknya hutan mangrove. Selama ini, mangrove tumbuh subur di area perusahaan. Kini tak lagi,” tegas Iwan Gondrong, Koordinator Pelingkar.

Baca Juga :  Bupati Bangka Tengah Belajar ke Karimun

Jadi, dengan tegas ia bersama massa lainnya meminta akvitas perusahaan harus dihentikan. Ia menilai, aparatur pemerintahan di Karimun selama ini lalai dalam melakukan pengawasan terkait kegiatan pengerukan dan reklamasi pantai untuk keperluan perusahaan galang kapal (shipyard).

Pihak perusahaan kurang mensosialisasikan, terkait aktivitas perusahaan kepada masyarakat sekitar. Hal itu terungkap, saat PT GRM hadir pada hearing dengan DPRD Karimun beberapa waktu lalu.

Kedatangan puluhan pemuda dari Pelingkar, diterima pihak KSOP TB Karimun diruang rapat. Kurang lebih, selama kurun waktu 2 jam dialog berlangsung. Pada kesempatan itu, pihak media tidak diperkenankan ikut hadir pada pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Pasokan Terputus, Harga Sembako Naik

Usai hearing, tidak seorang pun pejabat di KSOP TB Karimun memberikan pernyataan kepada media. ”Kami minta KSOP menghentikan aktivitas pengerukan laut di perairan Karimun tepatnya didaerah Kolong, karena ini menyangkut kehidupan penduduk yang tinggal di Kolong,” katanya.

”Jika terus dikeruk, dikhawatirkan akan terjadi abrasi dari bibir pantai Kolong. Sehingga, akan mengakibatkan ketahanan tanah berdampak pada pondasi bangunan rumah penduduk. Karena proses pengerukan tidak sampai 1 mil laut dari darat ke laut,” kata Kanang, warga dari Kolong. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here