Pelni Cek Alur dan Navigasi Pelabuhan Letung

0
562
BEBERAPA orang dari Tim Pelni pusat turun ke Letung Anambas tinjau kesiapan dermaga Letung. f-istimewa

ANAMBAS – Pascadisurati secara resmi oleh Kementerian Perhubungan RI terkait kesiapan dermaga, tim Pelni pusat yang dipimpin langsung Vice President PT Pelni La Ode Muhisi bersama rombongan langsung terjun ke dermaga Pelabuhan Letung.

Tim Pelni tersebut, memantau secara langsung kesiapan dermaga yang rencana akan digunakan KM Bukit Raya. Kepala Wilayah Kerja Letung Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Tarempa Panca Dillyanto saat dikonfirmasi menyampaikan, tim direksi Pelni pusat yang turun ke Letung memantau posisi alur pelabuhan serta navigasinya.

Hal ini sebagai tindak lanjut, surat resmi Menhub No. PR.007/1/3/phb-2018 tanggal 16 Januari 2018. Surat tersebut sifatnya segera, mengingat pelabuhan tersebut akan diresmikan Presiden RI Jokowi Dodo pada tahun 2018.

”Mereka survei alur dan navigasi. Apapun keputusannya nanti, dari pihak Pelni,” ujar Panca, kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (22/2) kemarin.

Sebagai informasi, saat ini Pelabuhan Letung telah selesai di bangun sejak 2017 lalu. Pelabuhan yang dibuat menggunakan APBN tersebut, panjangnya 100 meter lebar 11 meter, dengan kedalaman 12 mLWS.

Meskipun saat ini dermaga tersebut sudah sejak lama selesai, namun kapal KM Bukit Raya (Pelni) belum bisa sandar lantaran terkendala fasilitasn pendukung lainnya. Anggota dewan Kepri dapil Anambas Natuna Taufik menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya bersama masyarakat Anambas umumnya berharap kapal Pelni bisa sandar permanen di pelabuhan yang sudah selesai itu.

Taufik menjelaskan, keluhan tersebut sudah berulang kali disampaikan ke Pemprov Kepri untuk disampaikan ke Menhub RI. Tujuannya, agar pelabuhan di Laut Letung yang terletak di Pulau Berhala tersebut segera di fungsikan untuk kapal Pelni bersandar.

Sehingga, pada saat transit penumpang tidak lagi di tengah laut. Sebab, jika kalau hal itu terus dibiarkan, maka akan makan korban karena resiko yang tinggi.

Informasi yang dihimpun, tim Pelni yang meninjau dermaga juga melihat langsung kondisi laut yang minim rambu-rambu navigasi. Disana, tim menggunakan pompong nelayan untuk memastikan alur.

Tim Pelni juga mengusulkan fasilitas sumber air bersih, untuk kapal minimal berkapasitas sebanyak 200 ton. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here