Peluang Naikkan Devisa Sektor Pariwisata

0
465
Gusti Raizal Eka Putra

Sistem Pembayaran Digital Hadir Di Golden City Batam

Intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital dihadirkan di Batam, tepatnya di kawasan wisata Golden City.

BATAM – Pilot project ini diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas keuangan di kawasan pariwisata yang didukung Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA dan Bank Riau Kepri dan Gojek.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Minggu (3/3) menilai, Intensifikasi elektronifikasi ini peluang meningkatkan devisa dari sektor pariwisata.

Dengan penyediaan layanan SP tunai dan nontunai, dapat mendorong kelancaran transaksi oleh wisatawan.

”Kondisi ini sejalan dengan data, belanja barang/jasa ritel merupakan transaksi terbesar yang dilakukan wisatawan saat berkunjung di Indonesia,” katanya.

Sehingga penyediaan layanan sistem pembayaran yang handal dan variatif menjadi sangat diperlukan.

”Hanya saja, kami amati, masih terdapat kecenderungan industri untuk membangun platform sistem pembayaran yang sifatnya eksklusif. Hanya dapat melayani instrumen yang diterbitkannya sendiri,” cetusnya.

BI menginisiasi sebuah program nasional, gerbang Pembayaran nasional (GPN). GPN diharap dapat menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar penyelenggara jasa sistem pembayaran.

Baca Juga :  Kepres Dewan Kawasan Langsung Diteken

Sehingga dapat digunakan dalam intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital di destinasi wisata Golden City. Sementara, masyarakat pemegang kartu dapat menikmati turunnya biaya administrasi.

”GPN ini memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran dengan biaya lebih rendah. Manfaatnya, penurunan merchant discount rate yang semula berkisar antara 2 sampai 3 persen, menjadi hanya 1 persen,” ulas Gusti.

Dimana, platform-platform yang ada juga belum saling terhubung satu sama lain. Sehingga belum mampu menyediakan ekosistem layanan yang dapat saling melayani (interoperabel).

”Seperti banyaknya deretan mesin ATM di mall dan berjejernya mesin EDC di kasir took/restoran/supermarket,” imbuh Gusti.

Aktivitas itu dinilai, menjadikan biaya investasi perluasan infrastruktur dan teknologi menjadi tinggi, karena industri enggan berbagi layanan.

Seperti investasi mesin ATM dan EDC yang begitu besar hanya untuk di satu lokasi. Padahal, apabila mesin-mesin tersebut dapat saling interoperabel, terdapat potensi yang begitu besar untuk merelokasinya ke daerah-daerah di penjuru tanah air yang masih mengalami kekurangan.

Baca Juga :  Sempat Bertahan, Dihabisi di Semak-Semak

”Masyarakat menjadi perlu untuk memiliki banyak kartu, karena akseptasi kartu yang masih terbatas,” beber Gusti.

Terkait dengan pilot project intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital yang dilaksanakan di Golden City, disebut untuk meningkatkan inklusivitas keuangan di kawasan pariwisata.

Melalui akselerasi penyediaan infrastruktur sistem pembayaran khususnya non tunai, yang diharapkan memberikan kemudahan bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

”Ini didukung enam bank. Seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA dan Bank Riau Kepri serta 1 platform start up, Go-Jek,” ungkap Gusti.

Disampaikan, terdapat 59 merchant yang berada di kawasan golden city yang menjadi objek intensifikasi elektronifikasi Sistem Pembayaran dan keuangan digital.

”Sejak pilot project ini dimulai pada bulan Desember 2018, terdapat peningkatan penyediaan infrastruktur sistem pembayaran dan mekanisme pembelian sebesar 192 persen. Sebelumnya 79 menjadi 152,” kata Gusti.

Peningkatan berupa penambahan mesin EDC, penyediaan QR Code serta penambahan alternatif kanal/saluran pemesanan produk. Peningkatan infrastruktur akan terus mengalami penambahan dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga :  Wisatawan Ikut Saksikan Lomba Kapal Hias

Mengingat kegiatan pilot project ini dilakukan secara bertahap dengan periode monitoring secara bulanan.

”Sampai saat ini masih terdapat penyediaan infrastruktur yang berstatus on-progress baik berupa EDC dan QR Code. Serta penyediaan dua buah mesin ATM di dalam kawasan Golden City yang menurut rencana akan tersedia pada Triwulan III 2019,” imbuhnya.

Selain memberikan kemudahan bagi para merchant dan wisatawan, diberikan insentif, seperti cashback sampai 30 persen. Potongan harga atau diskon sesuai dengan promo dari bank atau platform yang tergabung dalam pilot project.

Gusti menilai, kehadiran sistem pembayaran dan keuangan digital, akan berdampak positif bagi perekonomian dan keandalan sistem pembayaran.

”Elektronifikasi transaksi pada daerah wisata, diharapkan bisa menciptakan less cash society dan meningkatkan inklusivitas keuangan,” katanya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here