Pemadaman Bergilir Dibatalkan

0
135

Pemerintah Pusat Cari Solusi

Pemerintah pusat membatalkan rencana pemadaman listrik bergilir yang akan dilakukan di Batam, Bintan dan Tanjungpinang yang rencananya dimulai, 23 Februari hingga 1 Maret 2019.

BATAM – Mengingat dampaknya yang terlalu besar bagi industri, perhotelan, pendidikan dan ratusan ribu pelanggan PLN, akhirnya pemerintah pusat turun tangan.

Pemerintah pusat ikut mencari solusi bagaimana agar pemadaman itu tak jadi dilakukan. Pemadaman itu sendiri hendak dilakukan atas rencana pemeliharaan alat milik ConocoPhillip (Copi) pemasok gas ke PT PGN.

Perusahaan ini rencananya akan memasang line pipe gas untuk memaksimalkan pasokan gas. Gas inilah yang disalurkan PGN ke perusahaan-perusahaan pembangkit listrik di Batam.

Sekretaris Perusahaan Bright PLN Batam, Samsul Bahri mengungkapkan, dirinya belum mengetahui apakah pembatalan keputusan untuk pemadaman bergilir itu hanya sementara ini atau tidak.

”Pemadaman bergilir dibatalkan. Pemerintah pusat menggodok rencana Conoco Philips untuk menghentikan distribusi gas ke PLN,” ungkap Samsul, Kamis (21/2) di Batam.

Kata dia, kegiatan pemeliharaan sumur dengan pemasangan line pipe gas tetap dilakukan. Hanya saja, distribusi gas tetap dilakukan untuk PLN.

”Pemeliharaan tetap dilakukan, tapi distribusi gas tetap dijalankan ke PLN. Sumber gasnya tidak tahu. Nanti PGN yang menjelaskan,” ujarnya.

Dinilai, pemerintah memberikan perhatian karena dampak yang dirasakan masyarakat, terutama investasi. ”Pemerintah pusat sangat memperhatikan iklim investasi dan kebutuhan masyarakat Batam,” sambungnya.

Dengan demikian, maka rencana pemadaman bergilir listrik batal dilakukan, akibat defisit daya 140 MW. Dimana, sebelumnya Samsul mengatakan, sesuai rencana, setiap pelanggan mendapat pemadaman tiga kali satu hari dengan durasi masing-masing 3 jam.

Pemadaman tidak hanya berdampak di Batam, namun sampai Pulau Bintan, termasuk Tanjungpinang. Dampak itu karena interkoneksi. Namun PLN Batam sudah meminta agar PLN Persero di Tanjungpinang untuk mengaktifkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Dengan rencana awal pasokan yang terhenti, maka enam pembangkit listrik tenaga gas, berhenti beroperasi. Rencana awal, pembangkit listrik di Batam yang akan berhenti beroperasi yakni Panaran dua mesin, Tanjunguncang empat mesin. Masing-masing mesin yang awalnya dihentikan pengoperasiannya, karena menggunakan gas.

Di Batam sendiri, selain PLTG (gas), pembangkit jenis lain juga tersedia. Ada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan PLTD. Namun daya yang dihasilkan tidak besar atau hanya sekitar 37,5 MW, dibanding yang dihasilkan gas sekitar 70 persen dari konsumsi listrik Batam.

Saat ini, beban puncak Batam-Bintan, sekitar 450 MW. Setiap 1 MW sama dengan 1.000.000 VA. Setiap rumah tangga dialiri sekitar 2200 VA, sehingga setiap 1 MW bisa mengaliri sekitar 450 rumah dengan daya 12 VA.

Sementara PLTU Tanjung Kasam Batam saat ini, kemampuannya menghasilkan 110 MW dan seluruh PLTD di Batam kemampuan pasoknya hanya 37,5 MW. Sehingga kemampuan PLN nanti hanya untuk memasok daya untuk objek vital, seperti rumah sakit, lapas, bandara dan lainnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here