Pemadaman Bergilir Satu Minggu

0
241

Dari 23 Februari-1 Maret

Masyarakat Batam, Bintan dan Tanjungpinang yang mendapat distribusi listrik dari Bright PLN Batam diimbau bersiap-siap akan mendapat pemadaman bergilir selama satu minggu.

TANJUNGPINANG – PEMADAMAN akan dilakukan mulai, 23 Februari – 1 Maret 2019. Sesuai rencana, setiap pelanggan mendapat pemadaman tiga kali sehari dengan durasi masing-masing 3 jam.

Sekretaris Perusahaan Bright PLN Batam, Samsul Bahri mengungkapkan, pemadakan dilakukan karena tidak mendapat pasokan gas, sehingga defisit 140 MW.

”Durasi pemadaman kita agak panjang. Tiga kali dalam satu hari,” ujar Samsul bahri, Selasa (19/2) di Batam yang saat itu didampingi Sales Area Head PGN Batam, Wendi Puryanto.

Pemadaman tidak hanya berdampak di Batam, namun sampai ke Pulau Bintan termasuk Tanjungpinang. Dampak itu karena interkoneksi. Namun PLN Batam sudah meminta agar PLN Persero di Tanjungpinang untuk mengaktifkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

”Khusus Sabtu dan Minggu, defisit daya kita upayakan 100 MW. Tapi, satu hari sampai tiga kali pemadaman. Tanjungpinang sudah kita minta aktifkan PLTD,” bebernya.

Kata dia, pasokan gas terhenti karena pemeliharaan di Grissik, Palembang. Akibatnya, enam Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), berhenti beroperasi. ”Pembangkit yang berhenti di Panaran ada dua mesin (tenaga gas), Tanjunguncang, empat mesin,” sambung Samsul.

Untuk mengurangi defisit daya, Samsul yang juga didampingi Humas PLN Batam, Yoga mengatakan, semua pembangkit diaktifkan. Mulai pembangkit tenaga diesel hingga pembangkit tenaga uap/batubara.

”Semua pembangkit, daya 37,5 MW diaktifkan. Termasuk Tanjung Kasam. Tapi tetap masih defisit 140 MW,” ujar dia.

Samsul mengatakan, mau tidak mau, pihaknya melakukan pemadaman bergilir, demi mendukung keandalan sistem kelistrikan. Disebutkannya, konsumsi gas oleh PLN Batam dari PGN sekitar 41,42 BBTUD.

”Kita mengandalkan gas. Sekitar 70 persen pembangkit Batam bersumber dari gas,” terang Samsul.

Untuk skema pemadaman, masih mereka susun. Diharapkan, pemadaman bisa dilakukan pada siang hari semua. ”Kami masih menyusun skema. Kami meminta kepada seluruh pelanggan PLN yang memiliki genset, seperti hotel-hotel dan industri, mengoperasikan gensetnya,” imbau dia.

Ditanya upaya PLN lain untuk mengurangi defisit, Humas PLN Batam, Yoga mengakui sedang berupaya mendatangkan gas dari Petrochlna Jabung. Namun dari sana, kecil dan hanya mampu untuk menambah daya sekitar 8 sampai 10 MW. ”Pemadaman tidak terhindarkan. Jumlah pelanggan saat ini sekitar 320.629 dan semua terdampak,” beber Yoga.

Saat ini, beban puncak Batam-Bintan, sekitar 450 MW. Setiap 1 MW sama dengan 1.000.000 VA. Setiap rumah tangga dialiri sekitar 2.200 VA, sehingga setiap 1 MW bisa mengaliri sekitar 450 rumah dengan daya 12 VA.

Sementara PLTU Tanjung Kasam Batam saat ini kemampuannya menghasilkan 110 MW dan seluruh PLTD di Batam, kemampuan pasokan listriknya hanya 37,5 MW. Sehingga kemampuan PLN nanti hanya untuk memasok daya ke objek vital, seperti rumah sakit, lapas, bandara dan lainnya.

Sales Area Head PGN Batam, Wendi Puryanto mengatakan, langkah penghentian pasokan gas dilakukan ConocoPhilip (Cori) untuk menjaga kehandalan. Copi memasang line pipe gas untuk memaksimalkan pasokan. ”Jadi distribusi gas ke Batam, nol. Tidak ada sama sekali. Termasuk untuk industri,” ungkap Wendy.

Kata dia, PGN tidak memiliki cadangan gas kecuali yang tersisa di pipa. Demikian, untuk gas rumah tangga, tidak ada masalah. Pasokan gas dinilai cukup dari yang tersisa di pipa untuk rumah tangga.

”Kita nggak ada cadangan selain di pipa. Jadi, gas yang di pipa yang kita pakai untuk itu. Kebutuhan untuk rumah tangga, kecil,” imbuhnya.

Anggota Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kepri Rudi Chua mengatakan, rencana pemadaman bergilir di Batam dan Tanjungpinang-Bintan serentak terjadi 22 Februari sampai 1 Maret 2019 mendatang.

Pemadaman ini, menurut Rudi akan sulit dihindari. Walaupun demikian masyarakat diminta tidak cepat menyimpulkan persepsi negatif. Pemadaman ini terjadi karena berkurangnya pasokan gas Conoco Philip Grisik ke Batam dari 40 BBTUD menjadi 14 BBTUD.

Sehingga membuat daya suplai berkurang 140 MW dari 440 MW atau berkisar 32 persen. Kondisi ini masih merupakan perkiraan atau antisipasi terburuk karena saat ini pemerintah dan PLN sedang upayakan penambahan pasokan gas dari Petrol Cina dan PGN dengan harapan bisa membatalkan atau menghilangkan pemadaman atau paling tidak mengurangi jangka waktu pemadaman yang ada.

Menurut dia, kebutuhan listrik di Pulau Bintan saat ini berkisar sampai dengan 60 MW. Dan malam mencapai 76 sampai 78 MW. Dengan pengurangan tersebut daya suplai di Tanjungpinang-Bintan juga mengalami nasib yang sama dengan Batam.

”Berkurang sepertiga sehingga terjadi pemadaman di seluruh wilayah Bintan,” terang Rudy.

Saat ini, kata dia, sedang diupayakan penambahan suplai gas dari petrol Cina selama masa perbaikan tersebut.

”Saya banyak menerima pesan singkat, menanyakan menanyakan pemadaman tersebut. Masyarakat minta agar PLN mengimbau warga tidak resah karena pemadaman ini,” harapnya.

Rudi juga menyarankan, salah satu solusi jangka panjang adalah mengurangi ketergantungan kepada Batam dengan melakukan pembangunan pembangkit di Bintan.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here