Pembakar Lahan Dibekuk Polisi

0
144

TANJUNGPINANG – Maraknya terjadi kebakaran lahan belakangan ini membuat berbagai pihak mengkampanyekan untuk mencegah kebakaran. Polisipun berusaha mengunggkap penyebab kebakaran lahan karena ini merupakan salah satu permasalahan serius. Selain membahayakan bagi permukiman warga  juga berdampak pada lingkungan dan kesehatan.

Lalu pada Minggu (18/8), saat warga Tanjungpinang masih disibukan dengan kegiatan rangkaian kegiatan HUT ke-17 kemerdekaan RI, tiba-tiba terjadi kebakaran lahan di sekitar jalan Raja Haji Fisabilillah tepatnya di belakang Kampus Stisipol Tanjungpinang. 

Personel Polres Tanjungpinang yang mendapatkan informasi ada kebakaran, langsung turun membantu memadamkan api bersama pihak Damkar Kota Tanjungpinang dan warga sekitar. Setelah diselidiki, ternyata lahan itu sengaja dibakar oleh pria beriisial TA (50) untuk membuka lahan.

Personel Polsek Bukit Bestari Polres Tanjungpinang sejak semula mencurigai kebakaran lahan tersebut yang berindikasi ada unsur kesengajaan.

Keesokan hari setelah kebakaran lahan itu, tepatnya pada Senin (19/8), personel Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari melakukan penyelidikan dengan mengawasi lahan tersebut dengan cara melakukan pengintaian. Beberapa saat kemudian, seorang laki-laki tiba-tiba datang ke lokasi tersebut membawa 1 karung ban bekas dalam bekas. Diduga ia akan membakar lahan itu lagi karena sehari sebelumnya lahan yang ia bakar belum sempat bersih karena apinya keburu dipadamkan aparat.

Personel Unit Reskrim itu langsung melakukan penangkapan. Setelah diintrogasi, pria berinisi TA ini mengakui bahwa dirinya yang membakar lahan tersebut.

Pengungkapan kasus pembakaran lahan ini diekspos polisi di lobi Mapolres Tanjungpinang oleh Kapolsek Bukit Bestari Komp Marna, SE dan Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (24/8/2019).

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, S.I.K, MH melalui Kasat Reskrim menyampaikan, atas perbuatannya, TA dikenakan sanksi Pasal 187 Ayat KUH Pidana dan atau Pasal 108 Undang-undang Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan, dituntut dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Kapolsek Bukit Bestari juga mengimbau agar warga Tanjungpinang tidak membakar sampah di tempat terbuka yang berdekatan dengan lahan maupun hutan mengingat Kota Tanjungpinang saat ini mengalami musim kemarau sehingga api berpotensi menjalar dan memicu terjadinya kebakaran. (*/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here