Pembangunan Janda Berhias Mandek

0
796
Janda berhias: Pihak pengelola pulau Janda Berhias menunjuk batas lahan yang berdekatan dengan shipyard Tanjunguncang. f-martua/tanjungpinang pos

Investor dan Pemilik Lahan Tak Akur

Batam – Polemik atas pengelolaan Pulau Janda Berias yang diperuntukkan untuk industri dan depo minyak masih berlanjut. Akibatnya proses pembangunan di pelabuhan ini menjadi terganggu.

Saat dikunjungi wartawan, Sabtu (4/3) terlihat alat-alat berat diparkir dekat kantor Westpoint Maritime Industrial Park, Pulau Janda Berias. Sementara, plang kantor imigrasi bodong yang sempat bikin heboh sudah tidak terlihat lagi.

Namun, ada plang IMB yang bertuliskan, kantor Imigrasi (office building of custom, immigration, quarantine & port). Tertulis izin IMB dikeluarkan 18 Februari 2015, untuk pemilik, PT Batam Sentralindo.

”Kalau plang digedung, sudah kita turunkan. Nanti kalau sudah ada izin imigrasi, baru kita pasang,” kata manager kontruksi Batam Sentralindo, Taufik Syah di Pulau Janda Berias.

Saat dikunjungi wartawan, beberapa plang bangunan bertuliskan, kawasan industri maritim westpoint, izin usaha kawasan industri dari PMDN-PTSP Pemko Batam, nomor 23/2017/IU/PMDN/2016, tanggal 29-12-2016. Kawasan industri masuk program KLIK sesuai SK BKPM RI nomor 17 tahun 2017, tanggal 1-2-2017.

Selain itu, ada ada plang berupa pengumuman surat persetujuan dari penanaman modal tahun 2008 dari BKPM, surat keputusan Wako Batam tentang izin kawasan industri PT Batam Sentralindo tahun 2007, SK Kepala BP tentang izin usaha PBS tahun 2013 dan Keputusan Menhub tahun 2013 tentang reklamasi.

Demikian dengan pembangunan depo minyak di Janda Berias. Selain itu, di wilayah itu ada power plant untuk pembangkit listrik serta reservoir untuk distribusi air. Reservoir area itu kedalamannya mencapai 5 meter dan mampu menampung air bersih 33 ribu meter kubik.

Sementara listrik yang tersedia mampu menghasilkan 3 MW. Pengadaan airnya dengan menampung air hujan.

”Kita memang siapkan untuk air bersih pendukung industri termaksud listrik. Kalau listrik kurang, bisa kerjasama dengan PLN. Jalur distribusi bisa dari Pemping, karena jaraknya dari sini, hanya 200 meter,” katanya.

Taufik mengakui. pihaknya hanya menyediakan lahan saja untuk industri. Sementara untuk pembangunan, akan dilakukan tenant-tenantnya nanti. Sementara senior advisor PT Batam Sentralindo, Syaikh Muhammad Taufik mengatakan, kawasan Tanjung Sauh ini cukup potensial.

Walau ada gangguan karena polemik dengan PT Sinomart. Namun, mereka optimis dengan pengembangan wilayah itu. Khusus untuk kawasan industri, mereka ingin industri yang masuk, yang besar.

”Kemarin itu ada yang mau masuk. namun dihalangi negara tetangga. Semua investor masuk Batam lewat Singapura,” cetusnya.

Sementara, untuk pelabuhan khusus (pelsus) kataya akan dibangun karena sudah mendapat izin. Kapasitas pelabuhan yang akan dibangun cukup besar hingga mampu membuat kapal besar bersandar.

”Kedalaman air disini, sampai 50 meter. Makanya untuk industri, kami mencari tenant yang besar,” harapnya.

Sementara Legal PT Batam Sentralindo (PBS), Bimo Satrio mengungkapkan, mitranya sebagai pengembang dan pengelola kawasan Industri Westpoint Maritime Industrial Park mendapatkan hak pengelolaan lahan sebagai kawasan industri seluas 22 hektar di pulau Janda Berhias dan gugusannya.

”Melalui reklamasi, PBS berhasil membangun dan mengembangkan wilayah ini secara mandiri menjadi kawasan industri seluas 130 hektar berstandar international. PBS telah membangun dan melengkapi berbagai infrastruktur dasar di kawasan Westpoint Maritime Industrial Park,” katanya.

Sementara untuk Sinomart, diakui sudah menyewa lahan dari PBS, seluas 75 hektar. Siomart menyewa lahan melalui PT West Point Terminal (WPT) untuk pembangunan depo minyak.

”Untuk menyewakan lahan industri PBS, tidak perlu mendapat persetujuan dari BP Batam. Menyewakan berbeda dengan pengalihan hak atas tanah,” tegasnya.

Untuk pelabuhan sudah mendapat izin. Sebagai Pelsus, sudah mendapat IMB mendirikan bangunan kantor Imigrasi.

”Di dalamnya ada lima ruang kantor kantor Bea cukai, Karantina, ruang staf Imigrasi dan ruang staf Pelabuhan dan ruang meeting,” imbuhnya. (Martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here