Pembangunan Karakter Masyarakat di Perbatasan

0
927
Mahadiansar

Oleh: Mahadiansar
Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Wilayah perbatasan di Kepulauan Riau pada dasarnya memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Pemanfaatannya akan sangat tergantung oleh kualitas sumber daya manusia yang ada. Pembangunan karakter perlu dibangun untuk mendukung usaha- peningkatan  jiwa kesatuan dan kebangsaan. Upaya membangun karakter merupakan proses yang sifatnya terus menerus karena selain membentuk dan membina, perlu penyempurnaan. Hal ini erat kaitannya dengan nilai yang ingin ditanamkan. Berkaca dari berbagai kasus yang pernah terjadi di tanah air, tidak hanya gerakan-gerakan separatis yang mengancam kesatuan dan ketahanan bangsa, konflik antar etnis bahkan antar agama juga dapat mengikis nilai-nilai kesatuan bangsa.

Inilah yang masih harus terus diupayakan terhadap masyarakat di wilayah perbatasan,  pulau-pulau terluar dan yang jauh dari pusat pemerintahan. Jika karakter sudah terbentuk, maka segala bentuk ancaman dari luar tidak akan mempengaruhi ketahanan dan kesatuan bangsa.

Tantangan dalam strategi pembangunan karakter adalah peningkatan pengetahuan masyarakat Adapun dalam implementasi penguatan kapasitas adalah melalui asistensi pihak lain yang kompeten di bidang sosial buaya, media skill dan upaya-upaya penyerataan akses dasar dalam seluruh bidang kehidupan dapat juga menjadi dasar penguat. Aspek teknis yang sangat esensial untuk ditingkatkan kualitasnya pada masyarakat perbatasan adalah penerapan teknologi bagi nelayan dalam mendukung aktivitas-aktivitas mencari ikan.

Pergeseran paradigma pembangunan wilayah perbatasan yang tidak lagi dilihat sebagai halaman/wilayah belakang sebuah negara. Pengalihan halaman belakang menjadi halaman muka berarti menuntut pengembangan ekonomi kawasan perbatasan dengan pengalokasian sumberdaya nasional untuk mengatasi rendahnya tingkat ekonomi kawasan perbatasan. Pada konteks inilah, pembangunan ekonomi lokal dan pengembangan sumberdaya manusia menjadi keharusan bagi pengembangan dan pengelolaan wilayah perbatasan

Hal yang kerap terjadi adalah negara tetangga memanfaatkan kondisi-kondisi tidak sejahtera ini untuk memberikan bantuan yang bersifat karitatif, dan tidak jarang dari masyarakat perbatasan yang pada akhirnya menjadi seolah-olah memihak kepada negara tetangga. Hal inilah yang harus dicegah melalui komitmen Indonesia terhadap peningkatan kualitas masyarakat melalui strategi pembangunan karakter.

Hingga saat ini, pembangunan kawasan perbatasan Kepulauan Riau masih tertinggal bila dibandingkan dengan pembangunan di wilayah lain. Jika dibandingkan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, kesenjangan terlihat dengan jelas pada berbagai aspek, baik aspek infratruktur, sosial, maupun ekonomi.

Ditinjau dari aspek keamanan (security) kondisi ini sangatlah rawan, karena wilayah perbatasan Kepulauan Riau merupakan wilayah strategis yang mudah terinflitrasi secara langsung maupun tidak langsung oleh negara lain, baik secara politik, ekonomi, sosial, maupun kultural. jelas isu dan permasalahan yang terkait dengan pembangunan kawasan perbatasan Kepulauan Riau dijelaskan yaitu masalah yang bersifat khusus yang dihadapi di 19 pulau terluar Provinsi Kepulauan Riau. Upaya membangun karakter warga negara pada dasarnya adalah proses pewarisan nilai-nilai, cita-cita, dan tujuan nasional yang tertera dalam konstitusi nagara serta pesan para pendiri Negara (the founding fathers). Tujuannya, sebagaimana pesan UUD 1945, adalah untuk mewujudkan warga negara yang cerdas, partisipatif, dan bertanggungjawab dalam mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara guna mencapai kebesaran dan kejayaan dalam suasana kemerdekaan.

Setiap bangsa dan negara mengakui pentingnya pembangunan karakter bangsa (National Character Building) dalam rangka memelihara dan mempertahankan eksistensi sebagai suatu negara-bangsa (nation-state). Di Indonesia, upaya pembangunan karakter bangsa ini telah menjadi masalah serius sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia karena suatu kenyataan bahwa kondisi bangsa Indonesia saat itu menghadapi masalah multi dimensi (ekonomi, politik, budaya, hankam, ideologi, dsb).

Tujuan utama dari pembangunan karakter adalah untuk menumbuhkan karakter warga Negara baik karakter privat seperti tanggung jawab moral, disiplin diri dan pengetahuan terhadap harkat dan martabat manusia dari setiap individu; maupun karakter publik,misalnya kepedulian sebagai warga Negara, kesopanan, mengindahkan aturan main (rule of law), berpikir kritis, dan kemauan untuk mendengar, bernegosiasi dan berkompromi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here