Pembangunan Lambat, Pengangguran Menonjol

0
69
Para pencari kerja berdesak-desakan untuk menyerahkan lamaran untuk mengisi posisi operator di salah satu perusahaan di Batamindo beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Mbs: Saya mau tanya dgn Pak Gubernur Kepri dan walikota Tanjungpinang. Apakah Tanjungpinang hidupnya harus begini saja. Pembangunan lambat pertumbuhan lapangan kerja pun tidak ada. Semakin lama pengangguran bertambah. Indikator ini dapat kita lihat dari pelabuhan karena pelabuhan adalah pintu gerbang kemakmuran suatu bangsa. Coba petakan tingkat pengangguran agar bisa dicari jalan keluarnya.
+6281314992494

Beri Kami Pekerjaan, Pak!
MBS Banyak nya korban Phk, sempitnya lowogan kerja di Bintan, membwt masyrakat berusha sendri untk perut. Penjarahan gunung u/ d ambil Granitnya. Dr dpn gunung itu mash terlhat penuh tumbuhan, tapi jika kita mlhat dari belakang gunung, dimana gunug udah gundul, karena kayu n granit diambl u/djual. (gunung lengkuas n gunung di galang batang) Infrastruktur terus di kebut, tp lowongan kerja di bintan udah gk ada. Sisi negatif, lama2 akan terjadi longsor, kerusakan, yang menagungg adalah smua lapisan masyrakat. Tapi mau gimana lg, mugkin dinas kehutanan jg gak bs brbwt apa2 kalau perut udah menuntut, maklum krjan juga susah.
+6282383942774

TANGGAPAN:
Jika diurutkan per Agustus 2016, pengangguran di Kepri ada 7,69 persen dari jumlah penduduk dan pada Februari 2017 turun menjadi 6,44 persen. Kemudian pada Agustus 2017 naik lagi menjadi 7,16 persen, serta terakhir pada Februari 2018 sekitar 6,43 persen.

Warga Kepri yang statusnya bekerja pada Februari 2018 ada 996.994 orang. Dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2018, pengangguran tamatan SMA paling tinggi yakni mencapai 11,98 persen. Disusul pengangguran tamatan SMP 6,52 persen.

Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2018, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada beberapa sektor, yaitu sektor administrasi pemerintahan sebanyak 143.207 (35,50 persen).

Sektor jasa kesehatan sebanyak 24.482 orang (33,57 persen), sektor transportasi dan pergudangan sebanyak 58.342 orang (13,19 persen), sektor jasa lainnya sebanyak 70.844 orang (11,12 persen) dan sektor konstruksi sebanyak 66.844 orang (4,25 persen). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertambangan, listrik, air dan gas sebanyak 11.911 orang (23,13 persen), sektor jasa keuangan sebanyak 12.870 orang (21,88 persen), sektor komunikasi dan real estate sebanyak 7.972 orang (18,34 persen), sektor jasa perusahaan sebanyak 22.997 orang (17,79 persen).

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak 72.508 orang (10,08 persen), sektor pertanian dan perikanan sebanyak 113.373 orang (8,92 persen), sektor industri pengolahan sebanyak 152.817 orang (5,42 persen), sektor perdagangan sebanyak 180.940 orang (3,04 persen) dan sektor jasa pendidikan sebanyak 57.887 orang (2,17 persen). (ais)

Zunadi
Kabid Neraca dan Analisis Statistik BPS Kepri,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here