Pembangunan Pasar Induk Ditunda

0
62
Pemerintah Kota Batam menunda pembangunan Pasar Induk Jodoh karena kondisi keungan tidak memungkinkan dialokasikan dalam APBD-P pembangunan pasar yang sekarang terlihat kumuh itu. f-humas pemko batam

Pemerintah Kota Batam, mengambil keputusan menunda pembangunan Pasar Induk Jodoh. Rencana awalnya, pembangunan dimulai tahun ini sehingga relokasi pedagang dilakukan September 2018. Namun, rencana itu ditunda, karena Pemko tidak bisa mengalokasikan di APBD Perubahan tahun 2018.

BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Senin (17/9) mengatakan, tidak dimungkinkan memasukkan anggaran pembangunan pasar induk mulai APBD-P. ”Proses tender dan tak cukup waktu di APBD-P. Selain itu, anggaran tidak dimungkinkan, karena anggaran pekerjaan relatif besar,” jelas Amsakar.

Diakui, rencana awal sesuai estimasi mereka, di APBD-P tahun ini Rp2 miliar. Kemudian akan dianggarkan di APBD 2019. ”Namun, karena komposisi APBD turun tahun ini 2,68 persen, jadi tidak mungkin di APBD-P, dengan ada penurunan sebesar itu,” sambung Amsakar.

Sementara bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan pasar induk, diakui belum dialokasikan pusat. ”Yang di APBN, belum. Kami sudah ketemu Menteri Perdagangan minggu lalu. Katanya, untuk anggaran besar dalam pembangunan fisik, sudah ditangani Kementerian PU,” ungkap dia.

Menteri Perdagangan akan membantu merekomendasikan ke Menteri PU. ”Beliau akan membantu meneruskan proposal yang sudah kita sampaikan. Selain melalui Pak Menteri, kita juga sampaikan melalui Pak Nyat Kadir sebagai anggota DPR RI dari Kepri untuk membantu mengalokasikan anggaran revitalisasi pasar induk,” ungkap Amsakar.

Selain itu, Amsakar mengungkapkan hasil perbincangannya dengan Wali Kota Batam, HM Rudi, di mana, mereka juga akan meminta bantuan anggaran pembangunan pasar induk dari Pemerintah Provinsi Kepri. ”Kita akan mencoba ditahap awal, sharing APBD Provinsi dan kota. Tahun 2019 kita akan bahas dengan gubernur. Kan ada nanti Musrenbang Kepri, akan sampaikan ke Gubernur,” harapnya.

Dengan penundaan itu, Amsakar mengungkapkan jika rencana penertiban pedagang di Pasar Induk, akan ditunda. Namun diharapkan, pedagang akan pindah semua ke lokasi berdagang untuk sementara, yang sudah disediakan Pemko Batam dekat Pasar Induk.

”Kita harap semua sudah pindah sebelum dibangun. Kami sudah melakukan langkah kompromi. Spirit maju harus kita warnai bersama. Jangan sampau karena satu atau dua orang, untuk menata di lahan yang relatif kumuh, terkendala,” imbaunya.

Pasar Induk saat ini menjadi tergolong kumuh, karena bangunan yang sudah tua. Selain itu, pinggir jalan dipadati pedagang. Sementara tidak jauh dari pasar induk, ada pelabuhan internasional, Harbour Bay.

”Bagaimana perasaan kita dekat pelabuhan internasional, di daerah estalasi Indonesia, ada daerah kumuh,” sesalnya.

Diharapkan semua pihak sama-sama mendukung pembangunan di daerah itu. Sebelum menggusur pedagang, pihaknya lebih dulu akan melakukan dialog dengan pedagang. ”Kita tetap membuka ruang dialog. Tapi kalau sudah tiba saatnya, kita tidak mungkin mundur,” tegas Amsakar.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here