Pembangunan Puskesmas Harus Ada Kajian

0
934
SALAH satu Puskesmas di Subi usai diresmikan Bupati Kabupaten Natuna Hamid Rizal. F-ISTIMEWA

Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna merupakan salah satu dinas yang tersibuk di lingkup Pemerintah Kabupaten Natuna, karena banyaknya kegiatan baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

NATUNA – Bahkan, tidak sedikit kalangan yang mencungkan jempol terhadap dinas dimaksud karena keberhasilannya menjalankan pembangunan. ”Dinas Kesehatan bagi kami jadi salah satu top dinas di Natuna. Dinas ini cukup berhasil menarik dana pusat melalui DAK untuk pembangunan daerah. Salut untuk dinas kesehatan,” kata Edi, seorang pemerhati pembangunan daerah di Jalan Sokarno Hatta, Ranai, Rabu (21/2).

Hanya saja, pada speed full pembangunan di sektor kesehatan itu menurut Edi terdapat beberapa kejanggalan yang mengundang berbagai kritik dari sejumlah kalangan. Fokus kritik yang dilayangkan masyarakat Natuna, terletak pada sektor pembangunan fisik seperti pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Serasan yang dibangun menggunakan DAK Afirmasi.

Baca Juga :  Pemkab Natuna Sosialisasi UU Migas

Pembangunan ini dikeluhkan, karena lokasinya yang jauh dari pusat pemukiman penduduk. ”Makanya dalam merancang pembangunan perlu adanya kajian terlebih dahulu, baru bisa menentukan lokasi dimana akan dibangun,” jelas Edi.

Contohnya saja, PKM Pulau Tiga yang gedung layanan kesehatan ini santer dikritik masyarakat karena lokasinya susah diakses penduduk karena lokasinya jauh dan berbukit. Sehingga, gedung itu hingga saat ini belum difungsikan meskipun sudah selesai dibangiun sejak beberapa tahun lalu.

Selain pembangunan fisik, ada juga kritik di sektor layanan kesehatan yakni proses pengurusan Kartu Natuna Sehat (KNS). Program ini dikritik dari sisi prosedur pengurusannya karena dinilai prosedur itu terlalu panjang. Dimana masyarakat yang hendak mendapatkan KNS harus melalui proses pendataan, dan pendaftaran di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Natuna.

Baca Juga :  1.800 Buku Jadi Koleksi Perpustakaan

”Sepertinya proses perencanaan perlu dimantapkan dalam pembangunan ke depannya, agar tidak menimbulkan penilaian dan kritik seperti ini,” saran Edi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rizal Rinaldi mengaku proses pembangunan kesehatan terus berjalan sebagamana mestinya. Kekurangan-kekurangan yang ada juga, akan dilengkapi dan disesuaikan dengan kebutuhan layanan masyarakat.

”Di Serasan Timur kita sudah bangun PKM yang sudah cukup untuk rawat inap, kemudian di PKM Subi akan kita lengkapi satu tenaga medis karena di sana masih ada kekurangan dan Pembangunan PKM Pulau Tiga Barat sudah dianggarkan dan kini tinggal melengkapi berkas pembangunanya. Sementara untuk PKM Pulau Tiga yang belum di tempati itu, belum ada proses,” terangnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here