Pembangunan Waduk Terhalang Pembebasan Lahan

0
564
WADuK Gesek salah satu dam penampung air baku di Pulau Bintan.F-adly bara/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pembangunan waduk di Pulau Bintan terhalang pembebasan lahan. Apalagi, karena pembebasan lahan kerap menjadi temuan korupsi, kondisi ini menjadi pelajaran di Kepri hingga akhirnya muncul kekhawatiran.

Hal ini juga yang membuat lambatnya pembangunan waduk di Pulau Bintan. Salah satunya tersangkut di pembangunan Waduk Kawal Bintan.

Anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, Rudi Chua mengatakan, awalnya waduk itu hendak dibangun tahun 2015 lalu oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui satuan kerja (Satker)-nya yang ada di Kepri. Sementara Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan harusnya membebaskan lahan untuk genangan air waduk itu. Tapi karena ada kekhawatiran jadi temuan, akhirnya tertunda-tunda.

Baca Juga :  Jangan Pelit Berderma untuk Keagamaan

”Saya tak tahu apakah tahun ini akan dimulai pembangunannya. Harus tahun ini sudah bisa dipakai airnya, karena tidak dibangun-bangun, akhirnya begini. Harus nunggu berapa lama lagi agar rampung,” ujarnya via ponselnya, kemarin.

Rudi Chua menjelaskan, sebenarnya pembangunan Waduk Kawal, bagian dari program jangka pendek untuk menyelesaikan krisis air di Pulau Bintan. Karena itu, pembangunan waduk tersebut direncanakan tahun 2015. Namun, waktu pembangunannya molor hingga tiga tahun lantaran persoalan pembebasan lahan. Waktu tiga tahun (2015-2017) terbuang sia-sia. Harusnya saat ini, air sudah disalurkan dari waduk itu.

Baca Juga :  Oktober, Penumpang Pesawat Kepri 461.189 Orang

Ia mengatakan lebih jauh, untuk membangun waduk itu dananya dari APBN melalui satkernya yang ada di Kepri. Sudah disiapkan Rp 30 miliar untuk membangun waduk ini. Namun uang itu dialihkan ke daerah lain karena pemerintah daerah tak bisa mengatasi persoalan pembebasan lahnnya. Dibeberkannya, membangun waduk tersebut akan menenggelamkan minimal belasan hektare lahan. Sedangkan lahan yang akan ditenggelamkan itu sebagian milik masyarakat dan harus ada ganti ruginya.

Waduk Kawal, jelas politisi Hanura tersebut, dijadikan program jangka pendek penanganan air bersih Pulau Bintan bersama Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam Tanjungpinang dan Waduk Gesek.

Baca Juga :  Nurdin Tes Kualitas Rumput Stadion Dompak

Dua sudah dibangun, satu belum. Dari dua yang sudah dibangun itu, hanya satu yang beroperasional yakni Waduk Gesek dengan japasitas produksi air bersih 100 liter per detik. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here