Pemberian Vaksin MR Masih Ditunda

0
553
WAKIL Bupati Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti saat meninjau pemberian vaksin MR ke pelajar di Natuna belum lama ini.f-istimewa

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah menegaskan, bahwa sampai saat ini pemberian vaksin Campak dan (Measles) dan Rubella (MR) bagi anak umur 9 bulan sampai 15 tahun masih ditunda dan belum dilanjutkan.

NATUNA – Hingga saat ini, pihaknya belum menerima surat resmi dan arahan dari kementerian melalui Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) lalu ke Bupati Natuna.

”Sampai sekarang kami belum menerima surat resmi dari kemenkes, maupun dari gubernur untuk melanjutkan kembali pemberian vaksin MR kepada anak mulai dari umur 9 bulan sampai 15 tahun,” kata Hikmat, di ruang kerjanya, Selasa (14/8).

Ia mengaku, bahwa ada beredar surat dari Kemendagri tentang dukungan pelaksanaan imunisasi MR fase II namun hingga detik ini surat resmi dari Gubernur Kepri belum diterima.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Modern Dilanjutkan

”Kabar pemberian Vaksin MR untuk dilanjutkan sudah kita dengar. Tetapi surat yang masuk ke kita belum juga diterima. Jadi kami masih menunggu arahan dari Kemendagri melalui Gubernur Kepri, kemudian dari bupati ke Dinkes,” jelasnya.

Ia memastikan, kandungan vaksin itu tidak ada unsur-unsur yang diharamkan. Sehingga, tidak akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan mentalitas penerimanya.

”Kami mengimbau masyarakat tidak khawatir, vaksin itu aman untuk kesehatan jiwa dan raga. Berdasarkan hasil riset Kemenkes, vaksin itu terbuat dari enzim ayam bukan ezim-enzim dari benda maupun hewan yang diharamkan,” terangnya.

Ia menambahkan, kepada orangtua yang anaknya telah di vaksinasi tidak perlu panik maupun khawatir karena vaksin tersebut tidak ada dampak terhadap apapun.

Baca Juga :  Sarana Distribusi BBM Harus Memadai

”Jadi bagi anak yang sudah divaksinasi, justru mereka beruntung, karena telah kebal terhadap penyakit campak dan Rubela. Dan untuk yang belum divaksinasi bisa dikatakan tidak kebal dan ada kemungkinan terserang bisa terserang penyakit campak dan Rubela,” tutupnya.

Sejumlah warga mengaku kesal, dengan sikap pemerintah yang ujuk-ujuk menyuntikkan vaksin Campak (Measles) dan Rubella ke anaknya tanpa memastikan kehalalan obat itu terlebih dahulu.

Mereka menilai, pemerintah telah bertindak gegabah dalam melaksanakan program vaksinasi Campak dan MR terhadap anak usia 9-15 tahun dan ibu hamil itu.

”Saya khawatir kesehatan anak saya terganggu dengan vaksin yang sudah bercampur dengan darah mereka, karena vaksinnya belum pasti halal. Anak dan istri saya yang tengah mengandung sudah disuntik vaksin itu,” kata seorang warga Ranai, Chairman, Selasa (6/8).

Baca Juga :  Pajak Berlapis Bikin Distribusi Obat Terancam Putus

Ia menegaskan, harusnya pemerintah tidak gegabah menyebar vaksin yang belum pasti kehalalannya itu. Sehingga, tidak terjadi keluhan dan kekesalan dari masyarakat dikemudian hari

Menurutnya, daerah jangan serta merta dukung kebijakan pusat tetapi harus memastikan dahulu apakah itu tidak ada masalah terlebih soal halal. ”Kalau tidak jelas kenapa disebar ke masyarakat. Pemerintah ini seperti gegabah,” tukasnya. (HARDINSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here