Pemda akan Gelar Salat Minta Hujan

0
214
WARGA Tarempa ketika mengangkut air menggunakan gerobak. f-indra gunawan/tanjungpinang pos

ANMBAS – Debit air disumber Air Desa Rintis Kecamatan Siantan, terus berkurang setiap harinya dan Pemerintah Daerah berencana akan menggelar Salat Istiqasah untuk meminta turunnya hujan.

Sebab, Anambas hampir sebulan terakhir mengalami musim kemarau panjang.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Abdul Haris SH mengatakan, dari laporan teknis Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) volume air di sumber mata Air Rintis dari yang semula sebesar 914 Kubik.

Namun, akibat kemarau saat ini jauh berkurang tinggal sekitar 500 Kubik.

”Dengan kondisi yang ada ini, Pemerintah Daerah harus hadir ditengah-tengah masyarakat untuk mengatasi persoalan air,” kata Haris, Senin (25/3).

Ia menyebutkan, saat ini untuk mengisi penampungan yang akan mengalirkan air ke rumah-rumah warga di Kota Tarempa memakan waktu 24 jam.

Sedangkan saat debit air normal yakni 914 kubik itu memakan waktu sekitar 6 jam.

Dari informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai dengan 17 hari ke depan tidak akan terjadi hujan di Anambas.

”Namun dengan kuasa Allah, tadi pagi sempat ada hujan walaupun sedikit. Mudah-mudahan hujan akan terjadi jadi lagi. Dari perkiraan cuaca kondisi berawan, akan terjadi sampai dengan bulan Juni itu pun belum tentu hujan,” ucap dia.

Haris mengaku khawatir dengan kondisi yang ada saat ini, untuk itu pihaknya segera mengambil langkah cepat dengan menyiapkan kantong-kantong penampungan air untuk titik-titik pemukiman warga yang kekurangan air.

Dari data yang ada, terdapat 10 titik yang rawan di daerah Tarempa ini.

”Kita tidak ingin masyarakat Anambas kesulitan air, saat menghadapi musim kemarau ini. Sehingga jauh hari antisipasi telah dilakukan,” jelasnya.

Ia menguraikan, setelah titik-titik yang dianggap rawan itu disiapkan tempat penampung.

Dengan demikian, akan memobilisasi air dari Desa Bayat di Kecamatan Palmatak karena daerah tersebut air masih melimpah ruah.

”Kita akan menyiapkan dua buah kapal, untuk melakukan mobilisasi dengan kapasitas masing-masing kapal itu 40 ton perkapal. Artinya, dalam sekali angkut itu ada 80 ton air. Ini akan dilaksanakan secara kontinyu selama hujan belum turun,” jelasnya.

Haris mengakui, memang hal itu tidak akan maksimal dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun, cukup untuk bertahan menjelang hari hujan.

”Apabila memang di daerah lain seperti desa-desa, yang kekurangan air saat ini membutuhkan maka akan dilakukan. Mobilisasi ke sana,” ucap dia. (ign)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here