Pemda Diminta Perbanyak Event Pariwisata

0
550
Wisatawan dari dari negara Tiongkok saat tiba di Bandara Internasional RHF Tanjungpinang baru-baru ini.f-suhardi/tanjungpinang pos

Vice President of CSR, PT Angkasa Pura, Wandi Anhar minta agar pemerintah daerah (Pemda) di Pulau Bintan, baik itu Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan maupun Pemprov Kepri, agar memperbanyak event.

TANJUNGPINANG – Tujuanya, untuk menarik turis mancanegera maupun domestik. Dampak dari event tersebut, Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, pasti kena dampak positifnya. Misalnya, kunjungan masyarakat ke Tanjungpinang melalui bandara akan meningkat.

”Perbanyak event untuk mengeliatkan perekonomian daerah,” kata Wandi Anhar, baru-baru ini.

Ia juga membeberkan, dari 13 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II, baru ada tiga bandara yang untung, sisanya masih rugi. Termasuk, bandara RHF Tanjungpinang yang mengalami rugi. Ketiga bandara yang untung yakni Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang Banten, Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Baca Juga :  Korem Ajak Masyarakat Doa Bersama 17 17 17

”Kalau banyak event digelar, bisa-bisa ke depanya Bandara RHF tidak rugi lagi. Kalau sekarang bagaimana caranya untuk mengurangi kerugian,” bebernya.

Ia juga menegaskan, PT Angkasa Pura II juga melirik untuk mengelola Bandara Hang Nadim Batam. Tapi, keputusan itu belum final, karena masih banyak pihak ketiga juga ingin mengelola bandara perpanjang di Asea Tenggarah tersebut. ”Insha Allah Bandara Batam akan kita kelolo, sedang dalam tahap negoisasi,” bebernya.

Ia juga menegaskan hadirnya Bandara Busung di Bintan, jaraknya hanya beberapa puluh kilo saja dari Bandara Raja Haji Fisibilillah, menurutnya tidak akan menganggu penerbangan yang sudah ada di bandara Tanjungpinang.

”Dua bandara tersebut akan saling mendukung, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.

Baca Juga :  RBB Tampilkan Tortor Batak di TCC

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub RI, Agus santoso saat mengunjungi lokasi pembangunan Bandara Busung, Bintan mengatakan, perusahaan swasta pengelola bandara itu harus bekerjasama dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam hal ini PT Angkasa Pura (AP).

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum menambahkan, untuk menambah pintu masuk turis, penumpang, pebisnis dan investor ke Pulau Bintan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sangat mendukung pembangunan bandara berskala internasional tersebut.

”Info terakhir, belum lama ini gubernur menyurati Menhub, bahwa beliau mendukung keberadaan bandara itu. Bahkan beliau minta kehadiran bandara itu nantinya, tidak hanya carter flight melainkan juga reguler,” terang Syamsul Bahrum kepada Tanjungpinang Pos, Minggu, lalu.

Di samping itu, Syamsul juga menambahkan, saran Menhub bersama Dirjen Perhubungan Udara, bahwa salah satu persyaratannya tetap koordinasi pengelolaannya bersama PT AP II.

Baca Juga :  Percatik Ruko dan Bangunan Tua

Soal jenis penerbangan apa, tujuannya kemana, Pemprov menyerahkan hal tersebut antara perusahaan yang satu dengan lainnya. Dengan kata lainnya, Business to Business (B to B). Bahkan ada kabar, kehadiran bandara ini pun akan menggandeng pihak swasta dari Singapura. ”Silahkan saja, tapi yang paling penting regulasinya di penuhi,” terang Syamsul.

Jadi ke depan, dengan kehadiran bandara swasta di Busung dengan bandara internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang bisa saling berkoordinasi, saling komperatif dan bersaing sehat.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here