Pemda Tunggu Gugatan Lahan Puskesmas Serasan

0
384
GEDUNG Puskesmas Serasan Timur yang kini hampir selesai dibangun. f-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rizal Rinaldi mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih menunggu gugatan dari pihak-pihak yang mengaku ahli waris pemilik lahan tempat dibangunnya gedung Puskesmas Serasan puluhan tahun lalu.

NATUNA – Ia mengaku status lahan puskesmas itu sampai saat ini belum jelas secara kepemilikannya. Pemerintah tidak memiliki bukti tertulis, mengenai kepemilikan aset lahan tersebut seperti sertifikat maupun surat hibah.

Demikian juga pihak ahli waris, mereka tidak memiliki bukti legalitas kepemilikan terhadap lahan itu. Selain itu, juga tidak punya bukti sertifikat maupun alas hak.

”Sejauh ini, terkait lahan Puskesmas Serasan kita hanya mengantongi bukti verbal berupa cerita dari warga setempat kalau pemilik lahan itu dulu telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan puskesmas,” tutur Rizal di kantornya, Senin (26/2).

Dengan ini, lanjut Rizal, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk gedung puskemas itu baik berupa pembebasan lahan maupun kegiatan yang bersifat renovasi.

”Dengan kondisi seperti ini kita jadi serba salah. Makanya kita berharap dan menunggu ada pihak yang menggugat ke pengadilan. Kalau nanti yang kalah pemerintah, kita ada dasar untuk membayar lahan itu dan bila pihak mereka yang kalah, mereka harus legowo menerima putusan pengadilan itu. Tapi hingga saat ini belum ada satupun pihak yang menggugat,” ungkap Rizal.

Langkah koordinasi dan mediasai sudah bekali-kali dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang dianggap berkompeten, akan tetapi hasilnya masih nihil. ”Kami bersama pak camat yang sekarang, dan pak camat yang dulu sudah berkali-kali mediasi dan koordinasi dengan ahli waris. Bahkan anggota dewan juga sering melakukannya, tetapi masalahnya tak kunjung selesai,” sambungnya.

Bahkan dari persoalan ini, pernah muncul satu wacana pengalihan lokasi gedung tersebut. Namun, kebijakan itu tidak bisa serta merta di lakukan oleh pemerintah sebelum status gedung puskesmas yang menjadi aset pemerintah itu jelas keberadaannya.

”Opsi pemindahanya juga sempat muncul dan menjadi wacana, pak camat sudah menyiapkan lahan sekita satu hektare untuk gedung yang baru. Tetapi itu belum bisa kita lakukan, sebelum status gedung itu jelas karena yang membangunnya dulu pemerintah,” terangnya.

Kondisi gedung puskesmas itu sudah waktunya diperbaiki, karena banyak bagian gedung yang sudah mengalami kerusakan.

”Kami kasian juga melihat petugas kami yang bertugas di sana, karena gedung puskesmasnya sudah tua dan atapnya sudaj bocor-bocor. Tapi sekali lagi, kami tidak bisa berbuat apa-apa di sana tanpa dasar hukum yang jelas,” pungkasnya. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here