Pemerintah dan Polres Gelar Razia Obat

0
561
MEMERIKSA: Dinkes dan personel Polres Natuna saat memeriksa obat-obatan di salah satu toko obat. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – UNTUK mengantisipasi peredaran dan penyelahgunaan obat terlarang, Polres Natuna dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna menggelar razia obat, Jumat (13/10). Kegiatan ini menyasar apotik, toko dan warung-warung yang menjual obat-obatan yang tersebar di Ranai.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga melalui Kasatres Narkoba Polres Natuna AKP Ramlan mengatakan, kegiatan ini dilakukan selamat sehari dengan berbagai sasaran.

”Ya. Kita bersama pemerintah menggelar razia obat-obatan terlarang. Kita mengantisipasi peredaran obat-obatan berbahaya,” kata AKP Ramlan, di seputaran Pantai Kencana.

Baca Juga :  Sertijab 4 Danposal Diajaran Lanal Ranai

Obyek utama razia itu adalah, pil PCC, Dextro dan obatan-obatan terlarang lainnya. Namun, kadar masa berlaku obat-obatan itu juga turut menjadi sasarannya.

Untuk itu, untuk segala jenis obat turut dicek mulai dari segi fungsi dan batas kedaluwarsa.

”Alhamdulillah. Peredaran obat berbahaya secara umum di Natuna masih aman. Kita tidak menemukan obat bahaya pada saat razia, cuma tadi kita sempat menemukan madu kemasan tanpa ada label dan keterangan kadar dan masa berlaku. Tapi udah kita sarankan untuk dimusnahkan,” terangnya.

Baca Juga :  Kajati Meninjau Gedung Daerah, Sekarang Pembangunannya On the Trak

Kegiatan itu dilakukan, untuk mengantisipasi adanya peredaran obat berbahaya dan penyalahgunaannya.

”Kami tidak ingin kecolongan seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Maka kami melakukan antisipasi melalui kegiatan razia ini. Kami juga melakukan sosialisasi dan memberikan peringatan kepada pedagang dan masyarakat melalui kegiatan itu,” jelasnya.

Instansi Pemerintah Kabupaten Natuna yang tergabung dalam razia itu meliputi Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, Puskesmas Bunguran Timur, Disperindag dan PSTP serta Kecamatan Bunguran Timur. Ali, warga Ranai menyebutkan, pihak Dinkes dan polisi jangan hanya meenanti razia untuk mengawasi obat-obatan berbahaya yang beredar. Jika hanya menunggu razia, menurutnya tidak akan menemukan apa yang ditargetkan.

Baca Juga :  Siapkan Festival Layang-Layang Internasional

”Harus setiap saat mengontrol jual beli obat, bagaimana pun caranya. Karena ada saja yang menjualnya,” katanya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here