Pemerintah Diminta Perhatikan Industri Galangan Kapal

0
1394
GALANGAN KAPAL: Pekerja di salah satu perusahaan galangan kapal sedang melintas di depan kapal yang sudah siap dibuat. f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemerintah pusat diminta memperhatikan industri galangan kapal di Kepri. Industri galangan sudah puasa Senin-Kamis untuk menutupi biaya operasionalnya. Perusahaan galangan di kapal sudah banyak gulung tikar, karena orderan minim.

Hal ini diungkapkan pengusaha galangan kapal di Provinsi Kepri, Hengky Suryawan, kemarin.

”Perusahaan galangan kapal di Batam mulai puasa Senin-Kamis. Artinya, untuk menutupi biaya operasional sudah tak ada lagi. Akibatnya, banyak perusahaan galangan kapal tutup,” kata Hengky.

Saat disinggung, kenapa perusahana galangan kapal banyak yang tutup? Ia menjawab karena pengaruh krisis ekonomi global. Sejak 2013 lalu, pengusaha galangan kapal mulai sulit mendapatkan orderan hingga tahun 2016.

”Sejak larangan ekspor bahan mineral seperti bauksit, mempengaruhi orderan kapal sepi,” tegasnya.

Penyebab lainnya, karena harga batu bara terus murah pengusaha transportasi laut juga tak mau lagi mengolder buat kapal tongkat.

”Diperparah lagi krisis ekononi di tanah air sendiri. Ya, tenaga kerja sektor galangan kapal banyak yang menganggur,” tegasnya.

Ia berharap, tahun 2017 industri galangan kapal mulai bangkit kembali Harapan itu masih ada.

”Tahun ini kita harapkan tumbuh,” tegasnya.

Karena, beberapa tender pembuatan kapal dari kementerian, badan mulai dilelang.

”Kalau ekspor bauksit dan harga batu bara normal, bisnis industri kapal di Kepri pasti meningkat lagi,” tegasnya. Sementera itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan industri galangan kapal kayu di Kabupaten Batang mampu menggerakkan roda perekonomian warga.

Ratusan warga mendapat penghasilan dengan bekerja di sejumlah perusahaan galangan kapal.

”Karena itulah, sudah seharusnya jika pemerintah daerah membantu keberadaan industri galangan kapal yang sudah ada,” ujar Bupati Batang Wihaji, Rabu (29/3).

Wihaji menjelaskan, pihaknya berkomitmen membantu mengembangkan industri galangan kapal yang sudah ada. Sebab, dari segi kualitas, kapal kayu yang diproduksi di Batang bisa dikatakan sangat bagus.

Buktinya, banyak pengusaha dari daerah lain membeli atau memercayakan pembuatan kapal ke beberapa pemilik galangan yang ada di sepanjang alur Sungai Sambong.

”Bahkan hari ini juga ada penandatangannya MoU antara perusahaan nasional yang menggandeng CV Laksana Abadi untuk bekerja sama dengan pengusaha asal Korea Selatan,” tambahnya.

”Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha asing pun percaya dengan kualitas kapal yang dibuat di Batang ini. Dan bila usaha galangan yang ada semakin besar, maka jumlah tenaga kerja yang direkrut pun akan semakin meningkat,” jelas Wihaji. (bas/jpnn)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here