Pemerintah Minta AKUR Buat Bazar di Jalan Merdeka

0
287
H Syharul mengambil kue tradisional di bazar kuliner. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Asosiasi Kuliner Rumahan (AKUR) Kota Tanjungpinang menggelar bazar kuliner di halaman parkir pusat perbelanjaan Ramayana Mall Tanjungpinang, Sabtu (15/12).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, H. Raja Ariza, didampingi Walikota Tanjungpinang H Syahrul dan Ketua PKK Tanjungpinang Juariah Syahrul.

Mantan Penjabat Walikota Tanjungpinang ini sangat mengapresiasi kegiatan ini dan bila perlu dilakukan secara berkala diberbagai tempat strategis. ”Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harus diteruskan secara berkelanjutan dan ditempat-tempat yang strategis agar ramai orang berkunjung,” ungkap Raja Ariza.

Ariza memberikan saran agar bazar kuliner rumahan dan tradisional ini dilakukan di Jalan Merdeka atau disaat Car Free Day di Tepilaut.

”Sekedar saran untuk memberikan laluan kepada para pengusaha kue rumahan atau tradisional agar dapat dibuka Bazaar di Jalan Merdeka atau di lokasi Car Free Day di Tepilaut, semoga saran saya ini dapat diterima oleh Walikota Tanjungpinang dengan tujuan turut membantu para pengusaha untuk menjual produknya,” jelas Ariza.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Juariah Syahrul sangat mendukung kegiatan yang ditaja oleh AKUR. Ia juga menyambut baik saran yang disampaikan oleh Raja Ariza terkait lokasi untuk para pengusaha berjualan kuliner tersebut.

”Saya sangat mendukung terkait lokasi Jalan Merdeka dijadikan lokasi berjualan kuliner tradisional ini, nanti akan kita bahas kembali bersama OPD terkait agar dapat dilakukan langkah terbaik. Ini sangat positif karena dapat menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah di Kota Tanjungpinang,” ungkap Juariah.

Ia juga sangat senang dengan apa yang telah dilakukan oleh AKUR dalam kegiatan ini. Menurutnya, selain dapat mengenal berbagai kuliner rumahan dan tradisional, dapat membangkitkan kembali kue-kue tradisional yang mulai tertinggal dengan kue kekinian.

”Kue tradisional sudah banyak jauh tertinggal dari kue kekinian, banyak orang mengatakan kue kekinian lebih mudah diproses dan bahannya sederhana, akan tetapi kita terlupa bahwa ada kue tradisional yang tidak kalah jauh lebih enak daripada kue kekinian. Meskipun bahan dan panjangnya proses pembuatan, disini kita belajar untuk lebih mencintai kue tradisional,” lanjutnya.

Juariah juga didaulat untuk menjadi juri dalam kegiatan tersebut. Menurutnya yang dinilai selain dari cita rasa juga dari segi tekstur kue, komposisi bahan, ukuran, bentuk dan penyajian.

”Dari hasil penilaian yang sudah diberikan, kue-kue tradisional tersebut diharapkan mampu disajikan di hotel-hotel dan berbagai acara,” pungkasnya.

Selain Juariah, turut memberikan penilaian bagi peserta yaitu Chef Sulaiman dari Comforta Hotel, Chef Alex dari Aston Hotel, Chef Hudika dari Nikoi Island Resort dan Iswarajana dari BPOM Kepri. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here