Pemilih Berkurang 373 Jiwa

0
38
M Hafidz Diwa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) perbaikan pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 sebanyak 145.068 jiwa di Hotel CK, Kamis (13/9) malam.

TANJUNGPINANG – Sebelumnya, KPU Kota Tanjungpinang pernah menetapkan DPT dalam rapat pleno sebanyak 145.441 jiwa di Hotel Bintan Plaza (BP), Senin (20/8).

”DPT berkurang 373 jiwa,” kata Devisi Umum, Keuangan dan Logistik KPU Kota Tanjungpinang, M Hafidz Diwa Prayoga kepada Tanjungpinang Pos di ruang kerjanya, Sekretariat KPU Kota Tanjungpinang, Jumat (14/9).

Berkurangnya DPT disebabkan KPU Kota Tanjungpinang mendapat rekomendasi dari Bawaslu Kota Tanjungpinang dan parpol untuk masukkan 55 jiwa ke dalam DPT di saat rapat pleno berlangsung di Km 8 Atas Tanjungpinang.

Alasan dari Bawaslu dan parpol tersebut, bahwa 55 jiwa sudah memiliki KTP elektronik. Namun, 55 jiwa belum masuk kedalam DPT pemilu tahun 2019.

”Maka, saat itu juga kita masukkan 55 jiwa ke dalam DPT pemilu t2019,” ucap dia.

Kemudian terjadi pengurangan lagi, lanjut Hafidz, karena Bawaslu Kota Tanjungpinang dan parpol menemukan data pemilih ganda. Dari hasil pencermatan Bawaslu ditemukan data pemilih ganda sebanyak 239 jiwa.

Dari temuan 239 jiwa, yang dihapus hanya 114 data pemilih ganda. Kemudian, Parpol menemukan data pemilih ganda sebanyak 1.149 jiwa.

”Alhamdulillah saat ini data pemilih ganda atas temuan Bawaslu dan parpol sudah kita hapus,” tegas dia.

Bagi yang belum masuk kedalam DPT, disarankan kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke PPS masing-masing. Di saat melapor, masyarakat untuk membawa fotocopy KK dan KTP elektronik. Agar laporan tersebut ditindak lanjuti oleh petugas PPS.

Karena petugas PPS akan menindak lanjuti laporan dari amsyarakat ke KPU Kota Tanjungpinang. Lalu, KPU Kota Tanjungpinang meneruskan laporan tersebut ke KPU RI. Agar KPU RI memberikan arahan terhadap laporan tersebut.

”Intinya, masyarakat tersebut tetap bisa memilih pada 17 April 2019 mendatang,” ujarnya.

Rini Pratiwi, politisi PKB Tanjungpinang berharap data pemilih yang disajikan oleh KPU betul-betul akurat. Sehingga tidak ada warga Tanjungpinang yang sudah memenuhi syarat tak dapat memilih karena alasan tidak terdaftar.

Bahkan termasuk kasus mahasiswa mahasiswa di Tanjungpinang yang harus diberikan kesadaran agar mereka mengurus pindah pindah pilih di Tanjungpinang. Jika mereka tidak menggunakan hak pindah pilih, maka hak suara mereka akan hilang. “KPU agak rajin sosialisasi lagi,” kata Rini.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here