Pemilihan Wagub Berpeluang Dua Putaran

0
575

DOMPAK – Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri berpeluang dua putaran apabila jumlah suara yang diperoleh dua kandidat sama. Misalnya, saat ini total anggota DPRD Kepri 45 orang. Apabila skor dua kandidat sama-sama memperoleh 22 suara dan 1 abstain, maka harus dipilih ulang. Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Cawagub Kepri, Hotman Hutapea mengatakan, jika saat pemilihan nanti perolehan suara sama di putaran pertama, maka akan diskor. ”Jadi begini, kalau misalnya terjadi imbang poin, maka jeda waktu skorshing harus dibuat di tata tertib (tatib) pemilihan sampai berapa lama,” ucap Hotman, kemarin.

Berdasarkan hasil studi banding ke Provinsi Riau yang juga melakukan pemilihan Wagub, DPRD Riau meminta Pansus DPRD Kepri untuk menetapkan jeda skorsing jangan terlalu lama. ”Makanya, waktu skorsing itu tidak lama. Memang tidak bisa lama-lama. Takutnya nanti ada oknum yang sengaja mengacaukan suasana,” tegasnya.

Hotman menyampaikan, masalah skorshing ini, walaupun sifatnya teknis, tapi sangat penting supaya mencegah dari tindakan curang pada saat proses pemilihan.  Takutnya, apa yang sudah terjadi di Riau sampai dua putaran, juga terjadi di Kepri. ”Kami tidak maulah seperti itu. Sekali saja, Gubernur kita saat ini aja tidak fokus,” bebernya.

Terkait Pansus akan mengajak Gubernur untuk berdiskusi masalah tersebut, dirinya menyampaikan dalam waktu dekat pihak DPRD akan memanggil Gubernur.  ”Gubernur tak fokus. Tak bisa dicabut lagi dua nama yang sudah dia ajukan. Mungkin di Karimun dia bisa, tapi belum tentu di Kepri,” tambahnya. ”Kita sudah ikutin Undang-undang,” tukasnya.

Dijelaskannya, sebelum Tatib yang disusun Pansus ditetapkan lewat paripurna, mereka sudah berusaha menyempurnakan Tatib itu agar tidak bermasalah.
Termasuk dengan membawa draf Tatib itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dipelajari apakah ada celah digugat atau tidak. Kemudian, draft Tatib ini juga akan dibawa ke Mendagri.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menegaskan, tidak sembarangan memberikan keputusan dalam proses pemilihan Wagub.  Dirinya menyampaikan perlu kehati-hatian, karena pemilihan ini tidak sama dengan memilih kepala desa. ”Harus hati-hati, teliti dalam pemilihannya. Karena pemilihan ini tidak lah sama kita memilih kepala desa, kepala dinas, atau memilih ketua PWI. Tapi memilih kepala daerah, jadi harus hati-hati,” tegas politisi PDIP Kepri tersebut di DPRD Kepri, Dompak, Selasa (25/7). (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here