Pemilihan Wagub Diprediksi akan Buntu

0
927
andi anhar Chalid

DOMPAK – Mantan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri yang juga menjabat sebagai Ketua PPP Provinsi Kepri versi Djan Faridz, Andi Anhar Chalid, angkat bicara soal rumitnya pemilihan Wakil Gubernur Kepri. Ia melihat, pemilihan Wagub Kepri nanti akan buntu apabila Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD Kepri dan parpol pengusung Sanur hanya bekerja untuk parpol.

Andi memberikan salah satu contoh yang kemungkinan akan terjadi. Saat ini, kata dia, sudah ada dua nama bakal calon wakil yang sudah disodorkan oleh Gubernur Kepri yakni Isdianto dan Agus Wibowo (AW).

Bila Agus Wibowo gugur dalam hal pencalonan nanti karena tidak mendapatkan rekomendasi dari empat parpol pengurung Sanur dan digantikan Rini, putri HM Sani (Almarhum), ini juga belum tentu menyelesaikan masalah. ”Saya juga melihat Rini tidak bisa mendapatkan dukungan dari lima partai pengusung. Kandidat akan berganti lagi,” bebernya.

Kemudian, Rini nanti diganti calon lainnnya, seperti Fauzi Bahar atau Mustafa Widjaja. Ia yakin, Mustafa Widjaja dan Fauzi Bahar juga bakal tak bisa mendapatkan rekomendasi dari lima parpol pengusung. ”Jadi kita minta kepada Panlih, siapa calon yang lengkap disahkan saja. Kemudian, hasilnya laporkan ke Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya, kemarin.

Ia minta kepada ketua Panlih untuk mengambil kebijakan. Apapun hasil dari tahapan pemilihan Wakil Gubernur Kepri, harus transparan dan dilaporkan ke Mendagri. ”Kita harapkan ada dua nama yang didukung oleh kelima parpol pengusung Sanur, sesuai dengan aturan yang ada,” bebernya.

”Kita minta Panlih Cawagub Kepri bekerja untuk masyarakat bukan untuk kepentingan partai atau golongan,” kata Andi Anhar kemarin. Kata dia, masyarakat Kepri sudah lama merindukan wakil gubernur.

Sebab, setiap hari volume kegiatan Gubernur Kepri cukup padat. Ditambah lagi, Kepri merupakan daerah maritim, butuh pembangunan yang merata. ”Kita berikan dukungan kepada Panlih untuk bekerja dengan baik,” tambahnya.

Ia juga minta kepada partai pengusung Sanur di Pilkada 2015, juga bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan partai semata. Jauh hari persoalan pemilihan Wagub Kepri ini sudah diprediksi bakal lama. Bahkan diprediksi, tahun 2017 ini belum tentu terpilih.

Persoalan yang paling sulit disiapkan kandidat adalah rekomendasi atau persetujuan dari lima parpol pengusung Sanur yakni Demokrat, NasDem, Gerindra, PKB dan PPP.

Saat ini, baru Isdianto yang sudah dapat lima rekomendasi parpol pengusung Sanur. Sedangkan AW hanya mendapatkan rekomendasi dari Demokrat. AW dipastikan tidak akan lolos seleksi administrasi di Panlih sebelum mendapatkan kelima rekomendasi itu.

Andi Anhar juga menyinggung soal tugas dan tanggung jawab seorang staf khusus Gubernur. ”Saya tidak mau bicara soal pernyataan staf khusus Gubernur Pak Ahars Sulaiman yang kini menjadi heboh di Medsos,” bebernya.

Tapi, ia hanya memberikan pencerahan, yang namanya staf khusus gubernur, tidak bisa memutuskan apalagi mengambil kebijakan.
”Tapi staf khusus boleh memberikan saran dan masukan ke pak gubernur. Nah, tetap Pak Gubernur yang menentukan atau yang memutuskan. Tak boleh staf khusus memutuskan sesuatu atas nama gubernur,” bebernya singkat.

Kandidat Buat Surat Pernyataan
Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur menggelar rapat kedua dengan agenda verifikasi kelengkapan berkas pencalonan Wakil Gubernur sisa masa jabatan 2016-2021. Dalam rapat kedua ini Panlih bersama staf mempresentasikan pemeriksaan berkas dua calon atas nama Isdianto dan Agus Wibowo yang sudah di tangan Panlih.

Ketua Panlih Wagub, Hotman Hutapea mengatakan bahwa dari hasil verifikasi kelengkapan administrasi, kedua calon belum melengkapi surat pernyataan. Namun Panlih memaklumi hal ini karena Panlih baru akan memberi tahu berkas persyaratan itu setelah verifikasi.

Agar seragam, Panlih juga akan membuat format baku surat pernyataan yang akan diisi para calon. ”Maka dari itu, kami akan membuat format surat pernyataan untuk nantinya kami sampaikan dan diisi oleh para calon,” kata Hotman saat memimpin rapat panlih di Graha Kepri, Kamis (14/9).

Karena itu, sambung Hotman, Panlih akan mengundurkan waktu memanggil para calon ke awal pekan depan. ”Kalau sudah selesai, Senin atau Selasa, mereka kita infokan lagi,” singkatnya.

Adapun surat pernyataan yang harus diisi oleh para calon antara lain adalah surat pernyataan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia Kepada Pancasila dan UUD 1945. Surat kesediaan untuk dicalonkan menjadi Wagub dan tidak akan mengundurkan diri sebagai calon wagub.

Selain itu, para calon juga harus membuat surat pernyataan belum pernah menjabat sebagai gubernur/wakil gubernur selama dua kali masa jabatan yang sama, belum pernah menjadi Gubernur bagi calon wakil Gubernur dan tidak sedang menjabat sebagai penjabat Gubernur, Bupati atau walikota.

Panlih juga meminta surat tidak memiliki konflik kepentingan dengan Gubernur Petahana, yaitu sebagai suami/istri/bapak/ibu dan hubungan saudara lainnya. Dan yang terakhir surat pernyataan mengundurkan diri sebagai anggota DPR,DPD,DPRD, anggota TNI, kepolisian dan PNS sejak mendaftarkan diri sebagai calon.

Hadir dalam rapat panlih ini Ketua DPRD Jumaga Nadeak dan Wakil Ketua Rizki Faisal. Adapun anggota panlih yang hadir antara lain, Yusrizal, Taba Iskandar, Abdulrahman, Asmin Patros dan Sahat Sianturi.(bas/mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here