Pemilik Disekap, Sekuriti Diikat di Kuburan

0
1160
DIIKAT: Sekuriti toko sembako diikat pelaku di kayu samping kuburan.f-istimewa/tanjungpinang pos

Rampok Gasak Toko Sembako Trikora

Empat kawanan rampok menggasak Toko Sembako Harapan Rejeki yang berada di Jalan Pantai Trikora RT 001 RW 001 Desa Telukbakau, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Sabtu (29/7) dinihari.

TANJUNGUBAN – PERAMPOKAN tersebut berlangsung cukup cepat. Sekitar 15 menit bereaksi, kawanan rampok berhasil menggondol harta, uang dan isi toko. Tidak hanya menyekap pemilik toko beserta keluarganya, Buana yang merupakan penjaga keamanan toko atau sekuriti juga dibawa ke makam yang tidak jauh dari TKP. Ia dengan tangan terluka di bagian kanan tak berdaya diikat di pohon Kamboja. Sedangkan pemilik toko dan keluarganya Eni (28) beserta AD (6), Dedi dan Buana langsung disekap.

Pemilik toko dan penghuni lainnya tidak berdaya saat salah seorang kawanan rampok yang semuanya bertubuh tinggi besar membawa parang panjang dan mengancam siapa saja yang ada di dalam toko tersebut. Eni sang pemilik toko sangat terlihat syok saat melaporkan kejadian yang menimpa usaha miliknya.

Baca Juga :  Hari Ini, Presiden Resmikan TPI & PRB di Natuna

Kawanan perampok yang menggunakan penutup kepala dan sarung tangan tersebut terbilang profesional dan mengerikan. Sehingga tidak seorang korban pun yang tahu ciri-ciri pelaku selain postur tubuhnya. Ia menuturkan kejadian perampokan yang terjadi malam itu berlangsung sangat cepat, dan mereka berhasil membawa kabur barang berharga yang ada di dalam rumah dan juga toko.

Diantaranya barang berharga dari rumah berupa uang tunai Rp 20 juta, 1 unit handphone merek Samsung A7, 1 unit handphone merek Samsung A5, 1 unit handphone Samsung note 3, 1 unit samsung tab3, 1 unit iphone 5, 2 unit handphone Nokia senter, 1 unit handphone Blackberry, serta 2 cincin emas.
Sedangkan dari toko itu, pelaku mengambil uang tunai sebanyak Rp 5 juta, 20 slop rokok Surya 16, 10 slop rokok Sampoerna, serta 20 selop rokok Lucky Strike Mild.

Baca Juga :  PGAS Jadi Agen Pelumas Industri Pertamina

Diperkirakan hampir seluruh kerugian mencapai Rp 60 jutaan. ”Sebab pelaku, mengambil seluruh isi yang ada di rumah terus dilanjutkan lagi mengambil isi yang di toko dengan meminta kunci sama kami yang posisinya lagi terikat,” terangnya. Tak hanya itu saja, lanjutnya segala rekaman atau DVR CCTV yang ada di dalam toko juga ikut diambil pelaku itu. ”Pokoknya semua diambil mereka. Tidak ada yang tersisa,” ungkapnya dengan nada kesal atas peristiwa itu.

Setelah pelaku berhasil mengambil semua barang yang diinginkan, mereka langsung pergi bersamaan. Dan tak berselang lama Eni langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Kijang. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal membenarkan kejadian tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Kasus ini masih sedang kita tangani, para tersangka masih kita lacak keberadaannya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rahma Pantau Kebersihan Taman Median Jalan

Edward L Manik, Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang menduga para pelaku masih berkeliaran di daerah Bintan. Ia pun memperkirakan para pelaku bukan orang asing, sebab saat beraksi para pelaku menggunakan penutup wajah agar tak mudah dikenali korban. ”Pemeriksaan korban, saat beraksi mereka juga tidak bersuara (berbisik),” kata Manik. Informasi yang terhimpun, Eni (28) sang pemilik toko dan Buana tenaga sekuriti pada saat kejadian sempat disekap para pelaku. Bahkan, Buana diikat di pohon kamboja dekat pemakaman oleh para pelaku. Atas kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 60 juta.(JENDRAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here