Pemilik Lahan dan Warga Damai

0
273
Warga Jalan Aunur sedang melihat posisi lahan yang ditinggali saat berada di Kantor Camat Bestari, Senin (1/4). f-desi/tanjungpinang pos

Sengketa Tanah Batu 8 Selesai

Puluhan tahun menunggu, akhirnya sengketa lahan di Jalan Gang Menur, Batu 8 Atas, Kelurahan Sungai Jang, Kecamatan Bukit Bestari bisa selesai. Pemilik lahan yang sah memperbolehkan warga membayar lahan yang sudah ditempati warga.

TANJUNGPINANG – Sebanyak 30 orang warga sudah membayar sagu hati secara tunai kepada pemilik lahan Harnadi yang diwakilkan istrinya Lani di Kantor Camat Bestari, Dompak, Senin (1/4) pagi.

Warga kini bisa bernafas lega. Diperkirakan dua bulan ke depan mereka sudah menerima sertifikat hak milik yang dikeluarkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) Tanjungpinang.

Tapi, masih ada 47 warga lainnya belum membayar sagu hati dengan alasan kemampuan keuangan. Bagi warga yang belum mampu masih dicari solusinya dengan cara meminjam uang ke BPR Bestari.

Penyelesaian sengketa lahan tersebut sudah lama dibahas, bahkan sejak 2013 lalu. Bahkan sudah ada pembahasan tarif sagu hati namun tidak kunjung selesai, saat itu.

Ketua RT 04/09 Kelurahan Sungai Jang, Trisno Nugroho yang juga mendiami satu kaveling lahan di kawasan itu mengaku senang.

”Saya sudah bisa tidur nyenyak. Kami senang karena sebentar lagi memiliki legalitas sertifikat lahan sendiri,” ucapnya.

Menurutnya, ke depan warga tidak perlu takut digusur sebab akan memiliki sertfikat tanda kepemilikan sah. Ini pun masih perlu menunggu sesuai ketentuan yang didampingi notaris.

Dituturkannya, sesuai ketentuan, warga yang mengambil lahan satu kaveling dikenakan biaya Rp25 juta. Bagi warga yang lebih dari satu kaveling, maka kaveling kedua dan seterusnya dihargai Rp75 juta per kavelingnya. Ditambahkannya, selain membayar Rp25 juta tersebut, warga juga dikenakan biaya notaris dan kewajiban mengurus sertifikat Rp1.850.000.

Menurutnya, penyelesaikan persoalan ini sudah sangat membantu warga. Sebab beberapa notaris sebelumnya tarifnya di atas itu.

Sementara itu, Camat Bukit Bestari, Faisal Pahlevi menuturkan, untuk menyelesaikan persoalan ini, melaksanakan empat kali pertemuan dengan warga dan pemilik lahan.

Pertemuan berikutnya mempertemukan berbagai pihak. Mulai dari pemilik lahan, pegawai BPN Tanjungpinang, warga serta Bhabintimas serta lainnya.

”Warga dan pemilik lahan melalui pengacaranya Pak Agung sudah sepakat terkait pembayaran sagu hati pada pertemuan ke tiga kemarin. Hari ini pertemuan ke empat sudah pembayaran bagi warga yang memiliki uang tunai,” tuturnya.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here