Pemilik Ruko THI Minta Banjir Segera Ditangani

0
351
GENANGAN AIR: Warga meminta pemerintah segera menangani genangan air di depan Perumahan THI menjadi lokasi langganan banjir. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jalan DI Panjaitan, Km IX Tanjungpinang masih menjadi daerah yang rawan banjir. Seperti Di depan perumahan Taman Harapan Indah (THI) merupakan tempat langganan banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Saat hujan 10-15 menit saja, bahu jalan langsung tergenang air.

Air hujan yang menggenangi bahu jalan ini berasal dari luapan drainase yang ada di pinggir jalan raya tersebut. Terkadang, air hujan yang sudah menutupi baur jalan mengalir hingga ke ruko berada di komplek perumahan THI. Pemilik Toko Gordyn, Ita mengaku selalu cemas dan bimbang saat hujan turun. Sebab, hitungan setengah jam saja, luapan air bisa masuk ke tempatnya usaha.

Bahkan, ketinggian banjir di tempat usahanya bisa mencapai sebetis orang dewasa. Ini tentu akan membuat rusak berbagai perabotan yang ada di tokonya. Menurutnya, kaki meja, tempat duduk, lemari dan barang perlengkapan gorden miliknya mudah rusak karena sering terkena luapan air.

”Meja dan lemari saya jadi tekupas. Apalagi yang berbahan serbu kayu, langsung rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Apalagi genangan air sering masuk, setiap perabotan diganti selalu saja sepat rusak,” kata Ita kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini, sambil menunjukkan meja dan lemarinya sudah diberikan isolasi putih.

Bahkan, saat hujan deras dengan durasi yang lama, air bisa masuk ke tokonya mencapai selutut orang dewasa. Yang lebih menyedihkan, ia butuh waktu yang cukup lama untuk membersihkan sisa luapan air hujan yang amsuk ke tempat usahanya. Celakanya, luapan air hujan itu selalu disertai lumpur hingag selain perabotan menjadi basah juga menjadi kotor.

”Susah mau bersihkan, air hujan yang bercampur dengan lumpur,” tuturnya.

Kecemasannya akan bertambah saat hujan di malam hari. Ia khawatir akan membasahi gorden-gorden yang ia jual di tokonya.

“Apalagi ruko kami ini tidak dijaga, karena hanya tempat usaha. Setiap hujan saja selalu khawatir karena takut kebanjiran. yang terpikir di kepala hanya was-was bakal mengalami kerugian yang besar bila barang yang kami pajak basah dan kotor,” ucap dia.

Menurutnya, usahanya itu khusus untuknya berjualan hingga tidak ada yang tidur di ruko tersebut saat malam hari. Ia mengaku sudah menempati ruko tersebut sekitar lima tahun terakhir ini, berharap pemerintah segera menangani banjir di perumahan THI.

Berbagai upaya sudah dilakukan agar air yang meluap tidak amsuk ke dalam tokonya. termasuk membuat skat dipintu. namun upaya itu belum membuahkan ahsil maksimal. Sehingga tidak membuat air masuk lagi ke tempat usahanya. ”Ya, secepatnya ditangani banjir ini. Biar kita memiliki rasa aman untuk usaha,” harap dia.

Harapan ini juga datang dari pemilik usaha Kay Florist, Sulistianto yang berharap, pemerintah bisa menangani persoalan banjir di kawasan tersebut. Sehingga ia merasa nyaman memasang bunga papan yang dilapisi busa miliknya. ”Tengoklah, saya sampai buat tempok pembatas seperti ini. Inipun air masih masuk ke dalam ruko,” singkat dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here