Pemilu Menentukan Indonesia

0
48
KEPALA Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Lamidi ( empat dari kiri) bersama narasumber Robby Patria (paling kiri), Arison (tiga dari kiri) dan Suryadi (empat dari kanan) saat sosialisasi Pemilu 2019 di STAIN SAR, Selasa (9/4), kemarin. f-istimewa
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Lamidi mengatakan, mahasiswa harus memilih pada 17 April 2019. Karena Pemilu 2019 menentukan nasib Indonesia selama lima tahun ke depan. Sangat disayangkan jika mahasiswa tidak memilih.

BINTAN – ”Jangan sampai mahassiwa tidak memilih. Gunakan hak pilih dengan sebaik baiknya di TPS pada 17 April nanti,” ujar Lamidi di depan mahasiswa STAIN SAR di Kecamatan Topaya, Kabupaten Bintan, Selasa (9/4).

Lamidi membuka acara sosialisasi pemilu tersebut juga dihadiri juga Ketua STAIN SAR Muhammad Faisal dan petinggi kampus negeri itu. Sebagai pembicara saat sosialisasi pemilu yang dibuat Kesbangpol adalah Komisioner KPU Provinsi Kepri Arison, mantan Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, dan dosen Fakultas Hukum UMRAH Suryadi.

Sementara itu Robby Patria mengatakan, Pemilu 2019 ini akan menentukan apakah Indonesia akan menjadi negara kuat secara ekonominya sesuai dengan prediksi lembaga terkemuka di dunia seperti McKinsey atau Indonesia akan berjuang terus menentukan arah.

”Semua itu tergantung hasil pemilu apakah bisa berlangsung sukses atau tidak. Karena negara seperi Venezuela saat ini memiliki dua presiden karena hasil pemilu ada yang menghargai dan ada pihak yang tidak menghormati. Kita tidak boleh mencontoh negara yang kaya akan minyak itu,” ujar Robby.

Menurut dia, pemilu kali ini adalah pemilu yang paling rumit di dunia karena tidak seperti negara lain.

”Indonesia melaksanakan pemilu serentak presiden dan legilatif. Ini yang menjadi kerumitan karena banyaknya suara dan repotnya pengaturan sisi logistik dan masalah teknis pemilu,” kata dia.

Robby menyebutkan,banyak masalah masalah pemilu yang harus diperhatikan di lapangan. Dan semua pihak harus memantau termasuk soal politik uang.

Arison menambahkan, mahasiswa harus menggunakan hak pilih dengan sebaik baiknya. Karena lima surat suara, maka harus dicoblos sesuai hati nurani caleg caleg dan calon presiden yang ada.

”Jangan ada yang tidak memilih. Karena inilah kedaulatan hak kita sebagai warga negara,” ujarnya.

Disebutkan Arison, Pemilu 2019 melibatkan banyak penyelenggara pemilu yang hampir 40 ribu orang. Tentu ini pekerjaan ramai yang memerlukan keikhlasan petugas untuk berbakti kepada negara.

”Tugas KPU memberikan pelatihan agar mereka memami pemilu secara teknis,” katanya.

Sedangkan Suryadi lebih banyak menyoroti peran mahasiswa dalam melaksanakan tugas mahasiswa yang harus mengamalkan butir butir Pancasila agar menjadi mahasiswa yang diimpikan misalnya agen perubahan.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here