Pemimpin dalam Pandangan Islam

0
1563
Irwansyah

Oleh: Irwansyah
Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Al-Quran dan Al-Hadits adalah pedoman untuk menjalani hidup dan kehidupan bagi ummat muslim yang taat pada Allah SWT. Seorang muslim dikatakan beriman kepada Allah Swt apabila menjadikan alquran dan hadits sebagai pedoman hidupnya.

Biasanya, seorang muslim yang taat pada Allah akan selalu mentaati dan mengimani seluruh ajaran dan konsekuensi yang ada di dalam alquran. Alquran sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya umat muslim memilih dan menjadi seorang pemimpin.

Ada yang harus diperhatikan dalam hakikat kepemimpinan dalam pandangan umat muslim. Menurut pandangan Islam, bahwasanya kepemimpinan dalam alquran bukan hanya sekedar kontrak sosial antara seorang pemimpin dengan rakyatnya, akan tetapi hakikat dari kepemimpinannya tersebut adalah merupakan sebuah ikatan perjanjian antara seorang pemimpin dengan Allah SWT.

Sebuah jabatan kepemimpinan tersebut adalah amanah dan titipan dari Allah SWT, dan sejatinya sebuah jabatan tersebut adalah pemberian yang diberikan langsung oleh Allah SWT, kepemimpinan tersebut akan diminta pertanggung jawaban kelak di yaumil mahsar (hari pertanggung jawaban), sebab jabatan kepemimpinan tersebut akan melahirkan sebuah kekuasaan dan wewenag dan idealnya kekuasaan itu melahirkan manfaat dalam memudahkan dalam melayani seluruh masyarakatnya tanpa membeda-bedakan kaya dan miskin. Sehingga keadilan dalam sebuah kepemimpinan merupakan kewajiban bagi seorang pemimpin.

Keadilan ini diharapkan akan menghapus penganiayaan dan ketidakadilan, karena keadilan harus dirasakan oleh semua pihak dan golongan dan hakikatnya semua masyarakat yang sedang dipimpin oleh seorang pemimpin. Di antar bentuk keadilan dalam memimpin adalah mengambil keputusan yang adil, tidak berat sebelah dan tidak meringankan kepada sebelah yang lain.

Dan tidak membeda-bedakan agama, etnis, budaya, suku dan latar belakang. Sebagaimana dalam alquran firman Allah SWT. “Wahai Daud, kami telah menjadikan kamu khalifah di bumi, maka berilah putusan antara manusia denga hak (adil) dan janganlah kamu mengilkuti hawa nafsu.” (Shad. 38)

Begitulah alkuran mengajarkan terhadap seorang pemimpin untuk bisa berlaku adil terhadap semua masyarakat/rakyatnya.

Sehingga untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Dan untuk menjadi seorang pemimpin harus benar-benar memahami dan mengerjakan perintah yang sudah ada di dalam alquran bagitu juga dengan peraturan negara. Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan sebuah kepemimpinan di zamannya saat baginda Nabi Muhammad SAW masih hidup.

Setidaknya ada empat karakter dan sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

(1) Siddiq, Yaitu jujur. sebagi seorang pemimpin dan kekuasaan terpenting dalam sebuah negara maka kejujuran haruslah yang lebih utama, kejujuran dalam berucap dan di saat mengambil keputusan dan saat bertindak dalam melaksanakan tugasnya.

(2) Amanah, yaitu Kepercayaan. Sebagai seorang pemimpin maka sifat kepercayaan harus dijaga terhadap seluruh masyarakatnya terlebih-lebih kepercayaan ini akan mengangkat derajatnya di hadapan Allah SWT dan begitu juga di tengah-tengah masyarakatnya. Dan sadar akan tugas pokoknya bahwasanya kekuasaan tersebut adalah amanah dari Allah dan begitu juga dari masyarakatnya sehingga sifat amanah seharusnya dijaga dan diterapkan dalam kepemimpinannya.

(3) Tabligh, yaitu menyampaikan secara jujur dan bertanggung jawab atas segala tindakan dan keputusan yang sudah dilakukannya.

Sehingga setelah seorang pemimpin telah menduduki bangku kekuasaanya semestinya mengerjakan semua janji-janji yang telah disampaikannya saat berkampanye. Dari sini bisa dilihat apakah seorang pemimpin tersebut benar-benar melakukan terhadap yang disampaikannya saat memberikan janji diwaktu kampanyenya dalam mengutarakan visi dan misi serta program-program kerja yang disampaikannya. (4) Fathonanh, yaitu kecerdasan.

Seorang pemimpin yang menduduki kekuasaan haruslah orang yang cerdas yang mampu menghadapi tantangan-tantangan yang ada dalam negaranya, karena harapan msyarakat terhadap pemimpin itu adalah bisa membawa perubahan yang lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahtraan terhadap kelangsungan hidup yang sejahtra bagi seluruh masyarakatnya.

Demikianlah alquran mengajarkan kepada orang-orang muslim yang taat terhadap perintah Allah Swt dan menjadikan Alkuran sebagai pedoman hidupnya karena orang-orang yang mentaati perintah Allah adalah orang yang mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, begitu juga dengan seorang pemimpin harus mengerjakan perintah Allah Swt terutama dalam keadilan, karena Allah Swt tidak suka terhadap orang-orang yang berbohong dan yang mengikuti langkah-langkah setan sehingga Allah Swt sampaikan dengan firmannya didalam Alkuran “dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (Al Maidah. 49)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here