Pemkab akan Bangun 4 Pelabuhan

0
111
PELABUHAN Tanjung Payung Penagi yang akan dilanjutkan tahun depan. f-istimewa
Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna secara konstan menambah jumlah pelabuhan di Natuna. Kegiatan ini beruntun dilaksanakan setiap tahun, guna membuka konektivity dan aksesibilitas Natuna dengan daerah luar yang selama ini tidak terkoneksi dengan baik.

NATUNA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Iskandar Dj mengatakan, sektor perhubungan merupakan salah satu prioritas pembangunan pemerintah di Natuna baik perhubungan di sisi udara, laut dan telekomunikasi.

Disisi laut, kata Iskandar Dj, pemerintah telah berhasil membangun sejumlah pelabuhan pada kurun 5 sampai 7 tahun belakangan ini. Pelabuhan itu diantaranya, Pelabuhan Serasan (Pelni), Midai (Pelni), Pulau Laut (Perintis) dan Subi (Perintis) Serta Pelabuhan Penagi (Roro).

”Alhamdulillah, sekarang total pelabuhang skala besar di Natuna sudah 9 unit. Tiga di antaranya belum beroperasi, karena masih dalam tahap pembangunan yakni Pelabuhan Pulau Laut dan Pelabuhan Subi. Sedangkan Pelabuhan Roro masih menunggu kapalnya rampung dikerjakan,” kata Iskandar di tempat kerjanya melalui telepon, Jumat (5/4).

Namun menuruntnya, pelabuhan-pelabuhan itu belum cukup bisa diandalkan sebagai pembuka isolasi Natuna.

Jumlah dan kapasitas pelabuhan yang ada sekarang perlu ditambah, baik kapasitas sisi laut seperti pengerukan alur, penambahan dan perbaikan rambu laut dan sebagainya.

”Demikian juga disisi darat, sebagaian pelabuhan kita terutama sekali pelabuhan yang besar-besar harus didukung oleh sisi darat yang memadai. Dukungan itu seperti panjang pelabuhan, terminal, lokasi parkir dan lain sebagainya. Hal-hal ini yang akan dikembangkan juga oleh pemerintah,” terang Iskandar.

Ia menerangkan, sebagai tambahan jumlah pelabuhan tahun ini Pemerintah Provinsi Kepri memulai Pembangunan Pelabuhan Persenangan di Kecamatan Pulau Tiga dengan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk tahap awal.

Kemudian tahun depan, pembangunan pelabuhan ini dilanjutkan bersama-sama dengan pengembangan pelabuhan Tanjung Payung Penagi, Ranai.

”Sedangkan tahun depan provinsi melakukan pengembangan di dua pelabuhan yakni Pelabuan Persenangan dan Tanjung Payung Penagi. Sesuai dengan usulan yang disepakati pada Musrenbang Provinsi kemarin, anggarannya masing-masing sekitar Rp10 miliar. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi, agar sektor perhubungan kita semakin kuat,” harap Iskandar.

Disisi lain, Pelabuhan Pulau Laut kini dirudung masalah yakni konstruksinya dinilai sesuai spesifikasi karena pelabuhan itu bergoyang saat dilintasi kendaraan.

Belum lama ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna menyelidiki pelabuhan tersebut.

Sehingga, Kondisi Pelabuhan Perintis di Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut harus ditinjau ulang oleh dinas terkait. Pasalnya, struktur bangunan pelabuhan dinilai asal-asalan dan terasa bergoyang.

Untuk itu, masyarakat menilai Pelabuhan Pulau Laut agar dipastikan kembali terkait fisiknya. Karena, nantinya dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hal ini tentu membuat warga yang berada di pelabuhan penasaran, dan khawatir akan kekuatan struktur bangunan tersebut.

Camat Pulau Laut, Sudirman membenarkan hal itu. Bahwa, pelabuhan yang panjangnya sekitar 50 meter konstruksi bangunannya bergoyang. Bahkan, hal itu dapat dilihat dengan jelas saat berada di pelabuhan.

Dengan kondisi tersebut, Sudirman mengaku sudah melaporkan kepada dinas Perhubungan Natuna agar dapat ditindaklanjuti.

”Betul, yang goyang itu di bagian tengah pelabuhan. Sekitar 50 meter bagian yang goyang itu,” ujar Sudirman, Senin (18/3).

Ia menyebutkan, proyek lanjutan pembangunan pelabuhan Perintis itu dibangun tahun 2018 lalu oleh Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut dengan pagu anggaran Rp40,8 miliar.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here