Pemkab Akan Gelar Mandi Syafar

0
58
SALAH satu tradisi budaya yakni mandi safar yang hingga kini masih dipertahankan maayarakat Lingga. F-ISTIMEWA

Pemkab Lingga melalui Dinas Kebudayaan akan menyelenggarakan kegiatan Mandi Syafar, Rabu (7/11), mendatang. Kegiatan ini, sebagai upaya pelestarian budaya melayu yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

LINGGA – Kegiatan yang dipusatjan direplika Istana Damnah ini, nantinya akan dilanjutkan di sekitar pemandian Lubuk Papan Perkamoungan Istana Damnah.

”Untuk permulaanya diawali dengan pawai keliling kota Daik, yang menggunakan kendaraan hias dengan membawa anak anak yang akan dimandikan,” kata Kepala Disbud Lingga, M Ishak, Jumat (2/11).

Ia menjelaskan, nasi sekone dan air untuk mandi syafar juga akan dibawa keliling saat pawai yang akan dilaksanakan pada hari yang sama sekitar Pukul 08.00 pagi.

”Pawai diimulai dari masjid Jami’ Sultan Lingga. Kegiatan ini bertujuan melestarikan mandi syafar,” sebutnya.

Khusus tahun ini, Pemkab Lingga bersama masyarakat akan mengadakan doa selamat dan rasa syukur atas telah ditetapknnya mandi syafar, bubur lambuk, silat pngantin, ratib saman dan tepuk tepung tawar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2018 Oleh Kemendikbud.

Untuk persiapan pelaksannaanya, Disbud telah mngadakan beberapa kali rapat teknis internal termasuk juga rapat dengan OPD terkait seperti dinas Pendidikan, pariwisata, pemuda dan olahraga.

Kepala kepala sekolh baik Paud, TK, SD, SMP dan SMA, yang berada di Kelurahan Daik juga diminta paryisipasinya untuk meramaikan kegiatan.

”Selain upaya pelestarian budaya, kita juga berharap kegiatan budaya ini dapat dijadikan atraksi budaya yang dapat menarik dan mdukung pengembangan pariwisata di Lingga,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen untuk mengembangkan sektor kebudayaan, demi mewujudkan visi dan misi Kabupaten Lingga sesuai dalam RPJMD Lingga 2016-2021.

Salah satu upaya yang dilakukan adalab dengan, menerbitkan Perda No 10 Tahun 2017 Tentang Pelestarian dan Pngelolaan Cagar Budaya.

”Tidak itu saja, untuk kelembagaan Pemkab Lingga juga memisahkan kebudayaan dengan pariwisata. Tujuan pemisahan OPD ini, agar Dinas Kebudayaan fokus dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan,” kata M Ishak, Jumat (3/8) lalu.

Untuk mem-follow up Perda tersebut, Kabupaten Lingga telah memiliki tim ahli cagar budaya.

Meski begitu upaya yang dilakukan pemkab Lingga ini, tidak akan membuahkan hasil yang maksimal tanpa dukungan dari seluruh lapisan maayarakat.

”Masyarakat bisa memberikan masukan, dan usulan kepada Disbud Lingga terkait pengembangan kebudayaan,” imbuhnya. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here