Pemkab Anambas Teken MoU dengan SBTI

0
563
KERJASAMA: Endang Winduri dan Yurnalis saat menandatangani MoU yang disaksikan AGM PT BRC Aditya Laksamana belum lama ini. F-Jendaras/tanjungpinang pos

Kuliahkan 30 Putra Anambas Gratis 

BINTAN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan manajemen Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI) Lagoi.

Kerja sama sekaligus investasi pendidikan ini dilakukan dengan menguliahkan sekitar 30 putra daerah untuk diasah keterampilannya sehingga mencetak lulusan yang berkompeten, siap kerja serta bersaing di industri pariwisata.

Penandatanganan dilakukan di kampus SBTI, di Kawasan Terpadu Pariwisata Lagoi, Jumat (24/2) sore.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur SBTI Endang Winduri bersama Yurnalis Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Anambas disaksikan Madison Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Anambas.

Endang Winduri menyampaikan, SBTI merasa bersyukur karena mendapat kepercayaan untuk mendidik putra putri asal Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selama setahun, mereka akan dididik di SBTI meliputi tiga program antara lain core, functional, dan generic competency.

”Ada juga (program) tambahan yakni Bahasa Inggris, Komputer dan Kewirausahaan,” jelasnya.

Sekitar 30 mahasiswa lanjutnya, akan mengikuti program Sabtu dan Minggu. Ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan program yang sudah berjalan. Disebutkannya, adanya 30 mahasiswa asal Anambas yang bergabung, menambah jumlah peserta didik menjadi 75 orang.

Endang juga menyebutkan, sebelumnya sudah ada putra asal Anambas yang menuntut ilmu di SBTI. Malah beberapa diantaranya telah tercatat sebagai alumni dan bekerja di resort baik di Lagoi maupun di luar Lagoi.

Di sisi lain, Endang melihat industri pariwisata akan terus berkembang. Tidak hanya di Bintan maupun Kepri, tapi nasional dan internasional. Dengan demikian, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pariwisata akan meningkat.

Karena itu, SBTI terus melakukan inovasi baru seperti mempersiapkan beberapa jurusan antara lain yang akan dibuka adalah jurusan usaha perjalanan wisata.

”Lab-nya sudah disiapkan,” katanya.

Sementara itu, Yurnalis berpesan kepada anak-anak pilihan yang berasal dari Anambas dapat belajar dengan baik. Pemerintah telah bersusah payah, jadi diharapkan putra putri asal Anambas yang menimba ilmu di SBTI dapat mengikuti disiplin dan aturan yang ada di kampus.

”Jangan kecewakan kami dan pihak kampus, juga orangtua kalian. Tugas kalian hanya kuliah. Tidak usah pikirkan uang kuliah, dan makanannya karena semua sudah ditanggung pemerintah,” pesannya.

Dia juga menyampaikan kepada pihak kampus agar terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Kepulauan Anambas. Sehingga, Pemkab bisa ikut memonitor perkembangan putra putri Anambas yang sudah dikuliahkan itu.

”Ini merupakan keinginan Pak Bupati untuk memajukan sektor pariwisata selain perikanan di Anambas,” tukasnya.

Madison menambahkan, anak-anak yang dikuliahkan di SBTI tidak harus kembali ke Anambas. Karena Pemkab tidak mengikat mereka harus berkarir di Anambas.

Namun, diharapkan dengan program ini anak-anak yang dikuliahkan dapat berbuat untuk memajukan industri pariwisata di Anambas yang sedang digiatkan Pemkab Anambas.

”Pariwisata di Anambas telah melirik mata dunia,” tegasnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here