Pemkab Beri 2,6 Hektare untuk Pangkalan Udara TNI AL

0
75
SEKDA Kabupaten Kepulauan Anambas saat menyambut kedatangan Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, SE. M. M saat tiba di Anambas. f-istimewa

Kunker Panglima Komando Armada I ke Anambas

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyediakan lahan seluas 2,6 Hektare, untuk kebutuhan pangkalan udara bagi TNI Angkatan Laut di Bandara Letung.

Hal itu disampaikan Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, SE. M. M saat kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (19/6)

Ia mengatakan, Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai wilayah Kawasan Strategis Perbatasan Negara (KSPN) secara geografis berbatasan langsung dengan sejumlah negara Asean.

Negara-negara itu diantaranya dengan negara Malaysia, Vietnam, Kamboja, Thailand, bahkan China berjalan dengan lancar.

Kata Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan, bahwa pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas yang telah bekerjasama yang baik terkait menyediakan lahan sekitar 2,6 hektare. Untuk pembangunan pangkalan udara yang berada di Bandara Letung Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas.

”Awalnya kita berterima kasih kepada pihak Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas atas kerja sama yang baik. Terkait hal tersebut, akan melakukan penambahan landasan di Bandara Letung nantinya,” ungkap Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, SE, M. M kepada wartawan, Jumat (19/6).

Sehubungan dengan pertahanan dan keamanan terkait wilayah teritorial perbatasan, maka kewenangan dari Armada I telah mengoperasikan 16 kapal patroli yang menjaga daerah bagian dari Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI).

”Kita akan tempatkan atau akan ditambah alat armada kapal patroli laut untuk menjaga wilayah perairan perbatasan negara seperti Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujar dia.

Ia menambahkan, terkait adanya pelanggaran ilegal fishing, pelanggaran wilayah, klaim kedaulatan negara dan sebagainya.

Saat ini operasi udara sangat dibutuhkan, dalam mendukung operasional TNI Angkatan Laut.

”Perpanjangan mata dan telinga, kapal kita itu ya udara itu. Patroli maritim sangat dibutuhkan real time kontak dan yang akan ditindaklanjuti oleh kapal KRI secara bergilir terutama di perairan Laut Natuna Utara,” tegasnya. (ign)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here