Pemkab Dapat Keuntungan Rp 9,8 Miliar

0
288
BUPATI Bintan H Apri Sujadi tersenyum saat mengikuti RUPS dengan direksi Bank RiauKepri, di Pekanbaru, Jumat (9/2) sore lalu. f-istimewa/kominfo bintan

Bupati Minta Pemindahan Buku Bank RiauKepri di Cabang Bintan

BINTAN – Pemkab Bintan mendapat keuntungan mencapai Rp 9,8 miliar dari penanaman modal saham di Bank RiauKepri. Nilai keuntungan yang cukup besar itu diketahui, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2017, dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tahun 2018 di Ballroom Dang Merdu Lantai 4, Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Jumat (9/2) lalu.

”Ya, kita dapat keuntungan dari saham di Bank RiauKepri mencapai Rp 9,8 miliar,” ujar H Apri Sujadi, Bupati Bintan, Sabtu (10/2) lalu.

Bupati menjelaskan, dalam RUPS itu, Bank RiauKepri mendapat laba pada tahun buku 2017 sebesar Rp 454.395 miliar, dengan menumbuhkan aset dari Rp 21,22 triliun pada akhir tahun 2016, menjadi Rp 25,492 triliun pada akhir tahun 2017, atau tumbuh sebesar Rp 4,3 triliun. Kemudian, dari laba Rp 454.395 miliar tersebut, Pemkab Bintan menerima deviden sebesar Rp 9,8 miliar.

”Modal kita di Bank RiauKepri itu Rp 38 miliar, atau 3,6 persen. Makanya, kita mendapat keuntungan Rp 9,8 miliar,” sebutnya.

Selain pembahasan keuntungan, dalam rapat RUPS itu Bupati Bintan H Apri Sujadi turut menyampaikan beberapa usulan kepada jajaran Direksi Bank RiauKepri. Terutama dalam pelayanan transaksi kepada nasabah, agar dapat lebih maksimal. Catatan itu terkait belum mampunya memberikan data real time, terhadap pelaporan dalam pelayanan pajak daerah. Selain itu pelayanan pemindahan buku SP2D pemerintah daerah dirasa belum maksimal. Karena, masih terpusat di kantor cabang Tanjungpinang.

”Selama ini, APBD Bintan itu kan pencairannya di Bank RiauKepri. Kita tak bisa transaksi di kantor cabang pembantu atau payment point. Transaksi harus dilakukan di Tanjungpinang,” ujarnya.

Sementara, lanjut H Apri Sujadi, Kantor Cabang Bank RiauKepri di Tanjungpinang harus melayani tiga pemerintahan sekaligus, Pemko Tanjungpinang, Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan. Di saat waktu tertentu, seperti akhir tahun anggaran, transaksi pemindahan buku cukup banyak. Sehingga, pelayanan terkendala.

”Selain itu, biaya operasional pegawai dan OPD cukup besar, untuk melakukan pemindahan buku di Tanjungpinang. Ini yang mesti dipertimbangkan oleh Bank RiauKepri ke depan,” ujar H Apri Sujadi.

”Ada juga info lain saat RUPS di Pekanbaru, lalu. Diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan III di Provinsi Riau sebesar 2.85 persen. sedangkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri 2,41 persen. Meski demikian, Bank RiauKepri tetap mendapatkan laba yang cukup besar,” sambung H Apri Sujadi.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here