Pemkab Diminta Tindak Pemotongan Sapi Ilegal

0
529
Hewan ternak: Hewan ternak sebelum dibawa ke pemotongan hewan. F-alrion/tanjungpinang pos

KARIMUN – Pemegang izin usaha perdagangan sapi di Karimun berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dan Karantina Hewan mengawasi beberapa rumah pemotongan sapi. Mereka ingin ada pemeriksaan kesehatan pada sapi sehingga daging sapi yang dijual layak konsumsi. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh sapi untuk kebutuhan hari raya kurban pada September aman dan sehat.

”Kami mendapat informasi, ada 6 titik pemotongan sapi yang diduga ilegal,” ujar Ucok Pakpahan, pedagang daging sapi segar di Pasar Puan Maimun, kemarin. Keberadaan rumah pemotongan sapi tanpa izin tersebut, tanpa melakukan pemeriksaan kesehatan dari pihak berwenang yang membidangi hewan ternak. Menurutnya, keberadaan rumah pemotongan sapi ilegal tersebut sangat berdampak buruk bagi penjualan daging sapi. Jika daging sapi tidak layak konsumsi, masyarakat akan enggan membeli daging untuk kebutuhan konsumsi.

”Pembeli pasti takut nantinya dan kami berharap pemerintah segera menertibkan rumah pemotongan tanpa izin itu,” terang Ucok. Belum lama ini, salah satu pedagang sapi memasukkan sapi ke Karimun. Namun, didapati ada sapi hanya mau minum tanpa mau memakan rumput. Agar tidak terjadi yang tidak diinginkan, sebaiknya Pemkab Karimun menetapkan lokasi pemeriksaan hewan Qurban.

”Sebelum dilakukan pemotongan hewan kurban nantinya, kami berharap petugas mendatangi semua penjualan hewan untuyk memastikan daging sapi kurban aman dikonsumsi,” ungkapnya. Ia menegaskan, pedagang lainnya harus mengurus izin domisili ternak, atau izin usaha. Sehingga, usaha tersebut resmi dan mudah diawasi oleh pemerintah. Selain itu, penjual sapi diimbau agar terbuka dan menjelaskan kondisi sapi atau hewan lainnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here