Pemkab Lingga Tidak Menerima P3K

0
249
Sekda Pemkab Lingga HM Juramadi Esram menyerahkan SK kepada pegawai. f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga HM Juramadi Esram mengatakan, Pemkab tidak menerima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) gelombang pertama. Alasannya, kuota yang diberikan hanya satu orang saja. Yakni, satu honorer K2 berstatus sebagai tenaga penyuluh pertanian.

”Untuk tahap pertama, Pemkab Lingga tidak menerima P3K,” kata Juramadi Esram, saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin.

Alasan lainnya, sambung dia karena Pemkab Linggai di APBD 2019, belum dianggarkan untuk gaji mereka yang aturannya harus diberikan gaji setara dengan gaji ASN.

Pemkab Lingga, sambung dia secara resmi sudah mengirimkan surat kalau untuk tahap pertama, Pemkab Lingga tidak menerima P3K ke Menpan RB.

”Surat keberatan sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Alasan lainnya, kata Juramadi karena yang bakal menjadi penyuluh pertanian, namanya tidak tahu siapa. Datanya yang diberikan adalah dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak menyebutkan nama.

”Paling kita akan menerima P3K untuk tahap kedua atau untuk honorer umum,” ujarnya.

Pada saat penerimaan P3K tahap kedua, ia berharap agar pemerintah pusat dari jauh-jauh hari sudah mengumumkan, terutama bulan penerimaan. Supaya pemerintah daerah juga bisa menganggarkan soal gaji mereka di APBD. ”Yang memberatkan daerah adalah gaji pegawai P3K dibebankan ke daerah. Aturannya sama dengan gaji ASN, ini cukup berat bagi daerah yang APBD masih kecil seperti Lingga,” ujarnya.

Sedangkan untuk kuota penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) gelombang pertama untuk Pemko Tanjungpinang berjumlah tujuh orang.

Mereka yang kini berstatus honorer Kategori Dua (K2). Dengan formasi, empat diantaranya guru dan tiga lainnya pertanian.

Hal ini dikatakan BKSDM Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan kepada Tanjungpinang Pos, Senin (11/2).

”Sesuai surat edaran yang kami terima, tahap pertama Februari ini, di utamakan kepada honorer kategori dua,” tuturnya.

Terkait data honorer K2, Tengku menuturkan, masih akan di cek kembali. Khususnya formasi pertanian apakah berada di Dinas P3 Pemko Tanjungpinang atau disebar di OPD lainnya.

”Kami akan cek posisi honorer K2 formasi pertanian, sedangkan data guru honorer K2 sudah ada,” tuturnya singkat.

Ia menambahkan, penerimaan P3K untuk formasi umum akan di buka Juni mendatang.

Terkait sistem penerimaan, Tengku menuturkan sama dengan CPNS sebelumnya. Peserta mendaftar melalui laman sscn.bkn.co.id.

Selain itu, proses seleksi P3K juga akan menggunakan sistem seleksi Computer Assisted Test (CAT) atau ujian berbasis komputer seperti CPNS 2018 kemarin.

Dituturkannya, terkait lokasi tes di pastikan di Tanjungpinang, hanya saja belum ditentukan.

”Mungkin akan bergabung dengan peserta tes dari Provinsi Kepri. Terkait lokasi nanti akan dibahas kemungkinan menggunakan komputer salah satu sekolah yang menerapkan UNBK,” tuturnya.

Dijelaskannya, terkait jadwal pelaksanaan diumumkan melalui web Kemenenpan RB. (bas/dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here