Pemkab Mewaspadai Kelangkaan Premium

0
477
PENGUSAHA Kijang dan pertamina mengirim BBM satu harga ke Tambelan, akhir tahun 2017 lalu.f-dokumen/tanjungpinang pos

KIJANG – Pemkab Bintan mulai mewaspadai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, jelang menghadapi puasa Ramadan. Pasalnya, di beberapa daerah sudah mulai terjadi kelangkaan premium.

”Kita bisa melihat di daerah lain, premium mulai langka lagi. Tak usah jauh-jauh, di Tanjungpinang saja, sering BBM jenis premium kosong. Ini harus kita waspadai juga di Bintan,” kata H Apri Sujadi.

Bupati memprediksikan, kelangkaan premium mulai terjadi, kemungkinan ada pengurangan kuota pasokan dari pihak terkait. Ini berkaitan dengan penyuplaian BBM jenis pertalite. Sementara, masyarakat tetap menggunakan jenis premium, hanya segelintir yang terpaksa menggunakan pertalite.

Baca Juga :  Waspadai Flu Babi, DKPP Cek Kesehatan Ternak

”Kami dari pemerintah, akan meminta Bagian Perekonomian untuk membahas kembali kuota dan pasokan premium di Bintan, agar mencukupi permintaan masyarakat. Jangan sampai terjadi kelangkaan premium, dan menimbulkan keluhan warga,” kata H Apri Sujadi.

”Kabarnya, di Tanjunguban juga mulai terjadi kekosongan premium. Nah, di Tambelan, juga terjadi kekurangan premium ini. Tapi, untuk jenis solar, sudah sangat membantu nelayan Tambelan, dengan berdirinya SPBU satu harga,” tambah H Apri Sujadi, kemarin.

Kabag Perekonomian Setdakab Bintan Edi Mulyanto mengatakan, pihaknya belum mengadakan pertemuan dengan BPH-Migas maupun dengan Pertamina, untuk membicarakan kuota BBM tahun 2018 ini, khususnya premium.

Baca Juga :  Guru PAUD Curhat Fasilitas Pendidikan

Edi Mulyanto menyebutkan, tahun 2016 lalu kuota premium Ron 88 untuk Bintan terealisasi sebanyak 23,031 kilo liter. Sedangkan tahun 2017 terealisasi sebanyak 23,728 kilo liter. Sedangkan BBM jenis solar terealisasi sebanyak 18,529 kilo liter, pada tahun 2016. Sedangkan tahun 2017, terealisasi sebanyak 22,468 kilo liter.

”Untuk data kuota tahun 2018 ini, belum kita dapatkan dari BPH-Migas. Biasanya bulan ini, kami melaksanakan rapat kuota itu, bersama BPH-Migas, Pertamina dan Pemprov Kepri. Termasuk pertalite, belum ada data kuotanya dari mereka,” jelas Edi Mulyanto, Kamis (19/4) kemarin. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here