Pemkab Minta KemenkumHAM Siapkan TPI

0
61
Kepala Imigrasi Kelas II TPI Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedi Asnedi F-alrion/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Pada prinsipnya Imigrasi Kelas II Kabupaten Kepulauan Anambas mendukung wacana dari Pemerintah Daerah anambas, untuk memohon adanya Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Letung.

Hal itu berguna, terlebih bandara sebagai tempat masuk dan keluar di wilayah Indonesia. Hal itu, tentunya harus ada perizinan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Dirjen Keimigrasian.

Pemda Anambas bisa melakukan koordinasi langsung, dengan pihak Dirjen Keimigrasian di Jakarta Pusat dan pihaknya pada prinsip sangat setuju dan mendukung jika itu dilakukan.

”Kemarin, memang pernah ada wacana tentang itu dari Pemda untuk meminta adanya TPI di Bandara Letung. Baiknya, Pemda harus melakukan koordinasi kepada Dirjen Keimigrasian,” kata Dedi Asnedi, selaku Kepala Imigrasi Kelas II TPI Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (23/10).

Menurutnya, jika hal itu terwujud tentu pengelola Bandara Letung harus menyediakan ruangan untuk tenaga dari imigrasi yang melaksanakan tugas tersebut.
Selain itu, turut serta fasilitas keamanan juga perlu di persiapkan.

”Untuk sementara waktu, fasilitas ruangan untuk TPI nanti akan disediakan oleh pengelola Bandara,” sebut dia.

Dedi menambahkan, saat ini wisatawan dari mancanegara yang tiba di Anambas masih bersifat kunjungan domestik.

Laporan masuk itu, bisa didapatkan atau dilaporkan oleh pihak perhotelan.
Dengan adanya fasilitas TPI, maka bisa dilakukan diseluruh Indonesia yang telah ditetapkan oleh negara.

”Contoh. Wisman yang berkunjung ke Resort Pulau Bawah itu, mereka masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Kota Batam atau Kota Tanjungpinang dan Daerah sekitarnya di Kepri. Ada juga turis Yacht langsung ke Anambas, untuk melakukan pengesahan keluar masuk atau cap paspor,” sebutnya.

Ia menyampaikan, dirinya baru juga bertugas di Anambas sekitar bulan Oktober 2018 ini dan kebetulan sekali status Kantor Imigrasi semulanya masih kelas III kini naik menjadi Kelas II. Oleh sebab itu, pegawai imigrasi bisa bertambah banyak.

Lanjutnya, penetapan secara online dalam membuat pasport di Anambas belum bisa dilakukan secara maksimal.

Dikarenakan jumlah pemohon masih sangat sedikit, satu hari paling banyak hanya satu orang yang memohon pembuatan paspor. Terkecuali, jika musim Jamaah Haji bisa mengalami peningkatan.

”Kita masih menerapkan secara manual dalam pembuatan paspor, artinya masyarakat bisa datang langsung ke kantor Imigrasi. Namun di kota-kota besar Indonesia lainnya, mulai dari pendaftaran sudah secara online,” jelasnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here