Pemkab Tidak Respon Petani Pala

0
735
DIALOG: Bupati Anambas Abdul Haris bersama masyarakat dan sejumlah Kepala OPD usai pertemuan di kediamannya. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Kalangan petani dari Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Taspen mengeluhkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas yang dinilai kurang merespon kelompok tani.

Sejauh ini, beberapa program yang dijalankan kelompok tani yang mendorong sektor perkebunan seperti buah pala tidak mendapat restu.
Padahal, tanaman buah pala sangat menjanjikan dan bernilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Hal itu disampaikannya, saat mengikuti acara pertemuan bersama masyarakat yang bergerak sebagai petani dan nelayan di kediaman Bupati Anambas Abdul Haris, Senin (22/5).

Baca Juga :  Dua Provider Masih Atasi Gangguan

”Saya berharap kepada pemerintah, agar dapat serius memperhatikan nasib para petani. Saya memiliki lahan yang cukup luas, dan saat ini saya konsen terhadap penanaman pohon pala,” ujar Taspen.

Menurutnya, dalam kesempatan itu bupati cukup terkecut ketika ia menyampaikan sejumlah keluhan tentang kurang responnya Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Anambas. Untuk itu, ia meminta sejumlah upaya seperti pembinaan atau pelatihan untuk petani agar menjadi petani yang lebih profesional.

Bupati Anambas Abdul Haris langsung pada saat acara tersebut, langsung memerintahkan kepada Kepala OPD yang bersangkutan untuk merespon atau membuat perencanaan dalam program kerja di Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) perubahan. Taspen menjelaskan, mulai dari daun, kulit, serta isi buah pala dapat dijual.

Baca Juga :  Ongkos Motor di Roro Tak Gratis lagi

Namun, hal itu juga tidak terlepas dari bantuan dan dukungan pemerintah untuk mempromosikan agar penghasilan petani bisa meningkat melalui Perusahaan Daerah (Perusda). Selain mampu menanam buah pala, ia juga berharap pemerintah membantu pengembangan buah pala melalui bibit.

”Harga satuan bibit buah pala Rp 25 ribu, dan itu sudah siap tanam,” ungkapnya. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here