Pemko Ajak BUMD ke Jambi Realisasikan MoU

0
813
Transportasi laut: Feri, speed boat dan roro saat berlayar dari Batam ke berbagai daerah. f-jek/tanjungpinang pos

BATAM – Pemerintah Kota Batam, akan menidaklanjuti MoU dengan Jambi yang digelar tahun lalu. MoU itu terkait kerjasama distribusi bahan pangan ke Batam.

Kunjungan yang awalnya akan dilakukan tahun lalu, akan direalisasikan di akhir Apri ini. Saat ke Jambi, pihak Pemko akan mengajak BUMD dan distributor yang ada di Batam.

Menurut Asisten Ekbang Pemko Batam, Gintoyono Batong, rombongan dari Batam akan bertemu langsung dengan petani membicarakan penyiapan hasil produksi pertanian untuk dikirim ke Batam.

“Kita akan ketemu dengan gabungan kelompok tani (Gapotan) di sana,” ungkap Gintoyono, Minggu (2/5) di Batam.

Kunjungan itu sebagai tindaklanjut MoU distribusi produk holtikultura yang melimpah di Jambi ke Batam. Realisasi kerjasama tersebut diharapkan bisa membuat sejumlah komoditas, seperti kentang, yang dijual di pasaran Batam, harganya lebih murah.

”Sehingga tidak perlu khawatir soal stok dan masyarakat diharap dapat harga lebih murah,” harapnya.

Selain bertemu dengan Gapotan, rencananya BUMD dan distributor dari Batam juga akan mengecek harga pasar. Tawar menawar sejumlah harga komoditas juga akan dimulai berjalan saat itu sebelum distribusi masuk pasar Batam.

”Kita harapkan, pelayaran dari Kuala Tungkal ke Batam segera terealisasi. Sekarang jalur pelayaran yang sudah ada, dari Kuala Tungkal ke Lingga dan dari Lingga ke Batam,” katanya.

Diakui, keberadaan transportasi laut akan menentukan harja jual sejumlah komoditas di pasaran. Semakin tinggi biaya transportasinya, akan membuat harga komoditas yang dijual di pasaran juga tinggi.

Sehingga kedepan, harga di Batam turun jauh. Seperti kentang di Jambi yang harganya sangat murah, namun di Batam cukup mahal.

”Kentang ukuran kecil-kecil itu di sini harganya Rp7 ribu per kg. Di Jambi, harganya cuma Rp seribu per kg,” beber.

Sementara khusus untuk cabai, diakui belum bisa didatangkan dalam waktu dekat, jika transportasi cepat belum tersedia. Alasannya, kandungan air tanah di Jambi tinggi, sehingga jika perjalanan memakan waktu lama, akan rusak saat tiba di Batam.

Sebelumnya, Pemko Batam menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Pemerintah Kabupaten Kerinci-Jambi. Kerjasama tiga pihak itu, terkait perekonomian dan perdagangan, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan.

Di samping itu juga terkait sarana dan prasarana transportasi, pariwisata dan kebudayaan. Termasuk juga bidang-bidang lain sesuai kebutuhan yang dipandang relevan bagi para pihak.

Penandatanganan MoU antara Pemko Batam dengan dua kabupaten di Jambi (Pemkab Tanjungjabung, Pemkab Kerinci) berlangsung di kantor Pemko Batam, Selasa (29/11/2016) lalu. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here