Pemko Ajukan 622 CPNS

0
193
Penerimaan CPNS Kemenkum HAM di Hotel Comfort, lalu. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Maret 2018 Rekrutmen Besar-besaran

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menjanjikan ada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Maret 2018 ini.

TANJUNGPINANG – Hal itu disampaikan Deputi SDM KemenPAB-RB Setiawan Wangsaatmaja, kemarin. Dia mengatakan, pihaknya bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan terlebih dahulu melakukan validasi usulan formasi yang masuk dari seluruh instansi dan pemerintah daerah. ”Validasi usulan Februari ini, Maret baru merencanakan perekrutan dan seleksi,” tegasnya.

Kata dia, hingga saat ini, sudah 80 persen usulan formasi yang masuk. ”Sekali lagi, usulan tersebut masih akan diseleksi jabatan formasi mana yang mendukung pemerintah daerah tersebut,” tutur Setiawan.

Sementara itu, Sekda Tanjungpinang Riono, mengatakan Pemko telah mengajukan 622 CPNS ke Menpan dan RB. Sambung Riono, usulan tersebut sesuai dengan kebutuhan setelah melakukan analisis jabatan di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

Usulan CPNS hanya tiga formasi saja. Yakni, formasi pendidikan atau guru, tenaga kesehatan dan formasi umum. ”Yang formasi umum ini diluar tenaga kesehatan dan guru. Namun yang paling banyak kita usulkan memang guru, karena memang kebutuhan guru ini banyak,” kata Sekda Kota Tanjungpinang, Riono kepada Tanjungpinang Pos, Sabtu, kemarin.

Menurut Riono, usulan tersebut sebenarnya masih kurang bila melihat kebutuhan yang ada. Karena bila melihat kebutuhan lima tahun ke depan, Pemko Tanjungpinang masih membutuhkan ribuan ASN. Namun, tentunya usulan tersebut disesuaikan dengan kekuatan keuangan daerah.

”Karena ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi agar usulan kita diterima. Seperti kemampuan keuangan cukup. Porsi belanja pegawai lebih rendah dari alokasi untuk pembangunan,” kata dia saat menjelaskan.

Riono optimis, usulan Pemko Tanjungpinang akan diterima oleh Kementerian PANRB. Karena sejak beberapa tahun terakhir Pemko Tanjungpinang juga tidak melaksanakan penerimaan ASN. Sementara tidak sedikit ASN yang pansiun. ”Rata-rata setahun itu 70-an ASN yang pensiun dan memang yang paling banyak guru,” ucap dia.

Dia berharap, penerimaan calon ASN tersebut dilaksanakan serentak se- Indonesia. Dengan begitu, persaingan pendaftar dari luar daerah berkurang. Karena bila tidak kabupaten/kota yang membuka penerimaan bisa menjadi serbuan pelamar.

”Kalau dibuka serentak, pelamar bisa memilih. Mau masukkan lamaran di Kota Tanjungpinang atau di kabupaten/ kota terdekat ia berdomisili,” sebut dia. (ABAS-ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here