Pemko Ajukan Izin Impor Beras

0
293
Rudi

BATAM – Sementara Pemerintah Kota Batam (Pemko) menyiapkan surat yang akan ditujukan ke Menteri Perdagangan RI, untuk meminta impor beras, buat Batam. Impor beras itu sangat penting karena keterbatasan stok saat ini. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam juga menyampaikan hal yang sama. TPID menilai, beras dari Cipinang terlalu mahal, karena biaya transpotasi.

Terkait surat permintaan ke Mendag ini, Wali Kota Batam, HM Rudi, mengaku tidak ingat apakah sudah menandatangani atau tidak. Namun dia tidak membantah jika import beras ?merupakan kebutuhan Batam. ”Saya lupa, banyak surat saya tandatangani. Tidak tahu apa sudah saya tandatangan atau nggak,” kata Rudi.

Sementara Kadisperindag Batam, Jarefriadi mengatakan, surat permintaan ke Mendag, belum ditandatangani Wako. Namun disampaikan, permintaan import merupakan kebutuhan masyarakat Batam.

Impor itu mesti dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Jika kebutuhan sudah terpenuhi, import tidak akan dilakukan lagi. ”Pemerintah harus mensupport. Sesuai regulasi yang ada, import harus izin dari pusat. Ini yang akan kita minta,” jelasnya.

Pada waktu bersamaan, saat rapat TPID Batam, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar mengatakan, saat ini kondisi masih aman-aman. Namun kedepan akan jadi masalah, jika import tidak dilaksanakaan, sementara stok beras mulai menipis. ”Harga tinggi kalau dari Cipinang. Kelihatan aman-aman, tapi akan jadi masalah,” imbuh Amsakar.

Ketersediaan pangan termaksud beras juga diingatkana perlu diwaspadai dari sekarang. Dimana, menjelang puasa dan lebaran tahun ini, penting dijaga agar kenaikan harga tidak terlalu tinggi. ”Memang tren naik jelang lebaran itu sudah biasa. Tapi kenaikannya janganlah terlalu tinggi. Ini perlu kita kontrol,” harap Amsakar.

Sementara, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raisal Eka Putra mengatakan, dari historisnya, pergeseran harga volatile food Batam sudah menunjukkan tren harga yang lebih stabil dibanding dengan 3 tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa TPID Batam telah berperan dalam pengendalian harga.

Namun, memasuki awal tahun, diakui agak mencemaskana. Dimana, memasuki tahun 2018, lonjakan inflasi, tinggi. Inflasi Januari diakui dilevel lebih tinggi dibanding 4 tahun terakhir. Hal ini disebabkan kenaikan harga pada kelompok volatile food dengan andil terbesar disumbang komoditas beras.

”Tingginya harga beras yang berasal dan ongkos dari Cipinang, menyebabkan terjadinya kenaikan harga jual beras di Batam tinggi. Ini minta ditindaklanjuti dan perhatian bersama untuk menekan inflasi kelompok VF,” bebernya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here