Pemko Bangun 30 Ruang Kelas

0
296
Udin p Sialoho

BATAM – Pemerintah Kota Batam, dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, akan membangun 30 unit ruang kelas baru (RKB). Saat ini, kontrak pengerjaan sudah disepakati dan tinggal menunggu pengucuran DAK, sebelum program dijalankan.

Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan, Senin (5/3), pengerjaan kelas baru sekolah itu untuk SD dan SMP di Batam. ”Sudah kontrak. Tinggal pelaksanaan. Tergantung DAK dari pusat, masuk langsung jalan. Tidak tahu kapan, karena dari pusat, bisa langsung (ke kontraktor),” jelas Rudi.

Sementara Kadis Pendidikan Batam, Muslim Bidin mengatakan, RKB yang akan dibangun, jumlahnya 30 unit. Dimana, sebanyak 16 unit RKB baru untuk SD dan 14 unit RKB untuk SMP. ”Anggaran kalau tidak salah, sekitar Rp6 miliar,” ungkap Muslim.

Ditanya tempat pembangunan lokasi RKB, Muslim mengaku lupa. Namun diharapkan, RKB itu akan menambah daya tampung sekolah negeri. Walau diakui, persoalan daya tampung sekolah negeri yang terbatas, belum teratasi.

”Kalau bicara apa itu sudah ideal? Itu belum ideal. Tidak bisa menampung kekurangan kelas untuk calon siswa baru,” bebernya.

Terlebih disebutkan, pertumbuhan penduduk Batam naik terus. Sehingga pertumbuhan siswa sekolah di Batam, setiap tahun diakui 20 persen setiap tahun. ”Pertumbuhan siswa, 20 persen per tahun. Kebutuhan kita tahun ini, 60 unit RKB untuk SD dan SMP,” imbuh Muslim.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho mengatakan, daya tampung sekolah negeri dan jumlah pendaftar di Batam tidak seimbang. Kondisi ini diakui tidak lepas dari pembangunan sekolah yang juga tidak seimbang dengan pertumbuhan anak-anak sekolah.

”Selama ini kan, penerimaan siswa SD membludak. Pembangunan sekolah SD tidak seimbang dengan jumlah calon siswa. Output dari SD ini kan ke SMP dimasa selanjutnya,” kata Udin.

Diingatkan, kedepan kebutuhan gedung SMP negeri akan terus meningkat. Karena jumlah lulusan SD akan terus meningkat. Untuk mengatasi itu, diminta peningkatan peran swasta. Dalam hal ini, pemerintah Batam didorong membantu swasta dalam peningkatan kualitas dan membantu menekan biaya pendidikan lebih murah.

”Kalau diterima saat SD tinggi, maka perlu disiapkan sekolah SMP jumlahnya bisa menampung. Demikian sekolah SMA. Pemerintah juga bisa mendorong daya saing sekolah swasta atas negeri, dari segi biaya dengan memberikan insentif ke swasta. Itu untuk mendorong daya tarik sekolah swasta dari biaya. Kalau kualitas pendidikan, banyak sekolah swasta yang berkualitas baik,” kata Udin. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here