Pemko Batam Buka Lowongan Honor

0
3313
Salaman: Pegawai Pemko Batam menyalami Wali Kota Batam Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad usai apel beberapa waktu lalu.F-istimewa/humas pemko batam

Batam – Warga Batam yang ingin mengabdi di pemerintah, tahun ini diberikan kesempatan di Pemko Batam. Pemerintah Kota Batam akan membuka pendaftaran untuk seleksi calon tenaga honorer di sejumlah SKPD di Batam.

Harapannya, dengan penerimaan tenaga honorer yang baru itu, bisa menambah kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penerimaan terhadap tenaga honorer di lingkungan Pemko Batam itu diungkapkan Wali Kota Batam, HM Rudi, Jumat (17/3) di Batam.

”Kita ingin ada tambahan tenaga di lingkungan Pemko. Kita ingin meningkatkan kualitas pelayanan. Tapi kita tidak menerima untuk Satpol PP,” tegas Rudi.

Baca Juga :  BP Bikin Kuliner, Pemko Pesta Kembang Api

Diungkapkan Rudi, tenaga honorer yang akan ?diterima ada untuk tenaga kesehatan untuk Puskesmas, IT dan keuangan.

”Kita harapkan ke depan kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” bebernya.

Disebutkan, khusus untuk Puskesmas penting ada tambahan tenaga kesehatan, karena target Pemko untuk menerapkan rawat inap di puskesmas. Diakui, saat ini ada 19 puskesmas di Batam. Semua diharapkan dapat rawat ini. Sehingga bisa memaksimalkan pelayanan.

”17 Puskesmas yang sudah ada, dan dua Puskesmas yang baru, harus ada rawat inap. Kita harap, tahun ini sudah mulai,” harap Rudi.

Baca Juga :  Mahasiswa Meragukan Kualitas Pilkada di Kepri

Dalam hal ini, Kadis Kesehatan sudah diminta untuk menginventarisir kebutuhan yang diperlukan. Sehingga semua puskesmas bisa rawat ini. Selain menargetkan Puskesmas dengan layanan rawat inap, diharap RSUD Embung Fatimah bertarafkan internasional.

”Kita dorong peningkatan pelayanan dan fasilitas untuk itu,” harap Rudi.

Demikian dengan tenaga di bidang akuntansi. Pemko diakui butuh sarjana akuntansi, untuk memperkuat akuntabilitas laporan keuangan. Sehingga kedepan Batam bisa mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

”Sementara untuk IT, dibutuhkan karena kita penting mendukung e-government. Kita butuh itu, karena banyak yang menangani hal yang tidak sesuai bidangnya. Ada sarjana teknik, tapi di bagian keuangan. Jadi tidak sesuai,” bebernya.

Baca Juga :  Galian Banyak, PAD Tak Ada

Dalam mendorong penguatan e-government, pembukaan lowongan bakal dilakukan di masing-masing dinas. Soal jumlah tenaga honorer yang dibutuhkan, masih dalam pembahasan.

”Tapi untuk Satpol PP, kita tidak buka. Analisis beban kerja untuk Satpol PP melebihi batas. Jadi tahun ini tidak kita buka,” tegas Rudi lagi.(Martua)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here