Pemko-BP Batam Saling Tantang

0
433
H M RUDI

Kepala BKPM Sebut, Itu Komitmen untuk Meningkatkan Investasi

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) terkesan saling menantang di hadapan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Hanya saja, saling tantang antar dua pimpinan lembaga itu positif untuk percepatan investasi di Batam.

Wali Kota Batam, HM Rudi menilai lahan banyak bermasalah. Sementara Kepala BP Batam, menilai persyaratan untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang terlampau banyak.

Keduanya saling tantang untuk membenahi di internal masing-masing. hal itu disampaikan saat kedua pimpinan lembaga itu bersama Thomas Lembong menyampaikan keterangan kepada media, Jumat (3/2) di Batam.

Menurut Rudi, persoalan di Batam hingga investasi agak lambat, bukan karena IMB dan Amdal yang lambat, namun karena banyak lahan yang tidak jelas.

”Ke pak Tanto (Hatanto), dengan Perka baru, lahan yang belum klir yang di luar kawasan. Dengan pertemuan ini, pak Tanto kita selesaikan bersama soal lahan di luar kawasan. Kalau itu selesai, jangankan 3 jam, dalam 1 sampai 2 jam bisa realisasi investasi,” kata Rudi.

Mendengar pernyataan Rudi itu, Hatanto merespon balik terkait lahan yang disebut. BP Batam memiliki wewenang untuk peralihan hak atau izin peralihan hak atas lahan di Batam. Pengusaha mengeluhkan banyaknya persyaratan administrasi yang memperlambat untuk mengelola lahan.

”Kalau mau mempermudah IPH, saya dukung pak Wali. Karena memang kesulitan mendapat IPH. Tapi, kalau bisa persyaratan IMB dipangkas dan izin Amdal dikeluarkan dalam 2 jam. Saya juga mau mencabut persyaratan IPH, kalau persyaratan IMB juga dicabut pak,” tegas Hatanto.

Pada kesempatan itu, Rudi juga menjanjikan akan mempermudah perizinan. Hanya saja ditegaskan, untuk mendapat kemudahan perizinan, pengusaha harus melengkapi persyaratan.

Jika itu dipenuhi, Rudi berjanji membantu dan bertanggungjawab jika ada pihaknya yang memperlambat.

”Saya titip ke pengusaha, jangankan 3 jam, 1 jam pun bisa, dengan syarat persyaratan dilengkapi. Saya bertanggungjawab. Minta BKPM juga membantu, amdal dari pusat di luar kawasan. Kalau dalam kawasan, tak ada masalah,” kata Rudi.

Walau terkesan saling tantang, namun Thomas menanggapinya dengan positif. Dia menilai hal itu sebagai komitmen kedua lembaga itu untuk bersinergi meningkatkan investasi.

Di sisi lain, Thomas mengaku tahu perkembangan hubungan antara Pemko dan BP Batam, yang sering terjadi gesekan.

”Sinergitas Pemda dengan BP penting. Saya tahu ini tidak mudah. Kami di pusat semua tahu gesekan di Batam. Tapi, ini terjadi karena rezim sebelumnya stagnan (menyelesaikan hubungan BP-Pemko),” katanya.

Diharapkan Pemko dan BP sama-sama mengalah untuk pembangunan investasi di Batam. BKPM diakui akan membantu melakukan pembenahan.

”Tidak ada kemajuan tanpa pengorbanan. Terima kasih atas sikap kebersamaan, untuk mengatasi ini. Mari kita lanjutkan,” kerjasama ini,” bebernya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here