Pemko Buat Kolam Retensi

0
130
Zulkhairi meninjau lahan pengembang penyebab banjir lumpur di Jalan Cenderawasih, kemarin. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hingga kemarin, Pemko Tanjungpinang belum melakukan upaya untuk mengatasi banjir lumpur di kawasan Jalan Cenderawasih, Batu 8 Atas. Saat turun hujan, kawasan padat penduduk jalannya licin dan berlumpur.

Pemko melalui Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang, baru memiliki wacana, akan membuat dua kolam retensi untuk mengatasi banjir lumpur di kawasan tersebut.

”Rencana kita akan buat dua kolam retensi di lokasi banjir lumpur tersebut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang, Zulkhairi, usai meninjau lokasi yang bakal dibuat kolam, Rabu (12/9).

Dinas PUPR Kota Tanjungpinang akan membuat dua kolam retensi di atas tanah milik pengembang di Jalan Cendrawasih. Masing-masing kolam retensi memiliki panjang 10 meter dengan lebar 5 meter serta ke dalaman kolam 2 meter.

Menurutnya, saat pembuatan kolam retensi, Dinas PUPR Kota Tanjungpinang menurunkan alat berat. Seperti kobe. Setelah itu, tanah yang dikerok oleh kobe akan dimasukkan ke dalam bak lori.

Kata Zulkhairi, pembuatan dua kolam retensi tidak menggunakan batu serta semen. Seperti layaknya kolam ikan. Pasalnya, tidak ada anggaran untuk pembuatan dua kolam retensi.

”Pekerjaan ini, seharusnya tanggungjawab pengembang. Bukan kita (Dinas PUPR, red). Tak ada izin. Yang saya tahu pengembangnya Surya gitu,” ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga akan membuat akses air dari atas bukit menuju ke kolam retensi. Sehingga air yang mengalir dari atas bukit langsung masuk hingga tertampung ke dalam kolam retensi. Nanti, sudah tidak ada lagi air serta lumpur yang menutupi jalan raya disaat hujan tiba. ”Ya, ini sifatnya sementara saja,” terang dia.

Rencananya, dua kolam retensi dan akses air akan dibuat setelah pihaknya selesai mengerjakan pembuatan drainase di pinggir Jalan Cendrawasih. Drainase yang dibuat akan terhubung dengan drainase lainnya.

”Satu atau dua hari lagi, baru kita gali membuat kolam retensi,” sebut dia sambil menunjukkan lokasi pembuatan dua kolam retensi. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here