Pemko dan BP Rebutan Relang

0
839
jembatan barelang: Kerlap kerlip lampu menghiasi Jembatan Barelang pada malam hari. F-istimewa

Penerapan Tarif UWT Tunggu Status Quo Dicabut

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengatur uang wajib tahunan (UWT) lahan di Pulau Rempang dan Galang melalui Peraturan Kepala (Perka) BP Batam nomor 1 tahun 2017.

Sementara, hingga saat ini belum jelas, siapa yang akan mengelola dua kecamatan di Batam itu. Relang hingga saat ini masih status quo.

Terkait dengan pengaturan tarif UWT di Rempang Galang, Direktur Humas dan Publikasi, BP Batam, Purnomo Andiantono, Kamis (26/1) mengakui soal tarif itu.

Namun menurutnya, tarif itu belum diberlakukan dan masih menunggu status pengelolaan Relang, yang jadi rebutan, apakah di BP Batam atau Pemko Batam.

”Ya, kan untuk bikin tarif, dibuat seluruh kawasan FTZ. Kalau untuk kebijakan alokasinya, nunggu semua sudah clean and clear,” katanya.

BP Batam menentukan lokasi dan tarif lahan. Lokasi lahan ada Batamcenter, Batuampar, Sekupang, Pantai Timur, Pulau Lain sekitar Batam dan Pulau Rempang Galang serta pulau sekitar Rempang Galang. Tarif yang ditentukan jumlahnya bervariasi sesuai dengan peruntukannya.

Peruntukannya ada rumah susun sederhana, perumahan kavling siap bangun (KSB), perumahan tapak, apartemen, industri, komersial, pariwisata, lapangan golf, fasilitas olah-raga, bangunan dan kantor perumahan.

Selain itu ada untuk bangunan dan kantor perumahan, fasilitas sosial pemerintah, fasilitas swasta dan BUMN, pertanian dan perikanan.

Tarif yang ditentukan, Rempang paling murah RP 5 ribu dan paling mahal Rp 66.100. Sementara untuk Galang/Galang Baru, tarif paling murah Rp 4.300 dan paling mahal Rp 96 ribu. Untuk tarif UWT di Pulau sekitar Rempang Galang paling mahal Rp 109.000 dan paling murah Rp 28.300.

Sebelumnya, BP mengeluarkan revisi tarif uang wajib tahunan (UWT) lahan di Batam.
Kepala BP Batam, Hatanto mengatakan, dalam Perka di-atur 15 klasifikasi peruntukan lahan dengan 14 wilayah atau lokasi lahan.

Peruntukan la-han dibagi 14, masing-masing untuk rumah susun sederhana, perumahan kavling siap bangun (KSB), perumahan tapak, apartemen, industri, komersial, parawisata, lapangan golf, fasilitas olahraga, bangunan dan kantor perumahan.

Selain itu ada untuk bangunan dan kantor perumahan, fasilitas sosial pemerintah, fasilitas swasta dan BUMN, pertanian dan perikanan. (martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here