Pemko Didesak Operasikan SWRO

0
579
Warga mengambil air di salah sumur umum karena air sumur di rumahnya mulai kering. f-istimewa

Warga Mulai Kesulitan Air Bersih

Sejumlah perumahan di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang mulai merasakan dampak musim kemarau ini. Beberapa pekan terakhir, banyak warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur sudah banyak kering. PDAM juga ngadat.

TANJUNGPINANG – sebagian warga mengajukan bantuan air bersih ke pemerintah. Presiden LSM Air, Lingkungan dan Manusia (Alim) Kherjuli mendesak Pemko Tanjungpinang segera mengoperasikan sea water reverse osmosis (SWRO) karena warga mulai kesulitan mendapat air bersih.

Ia juga minta PDAM Tirta Kepri sebagai perusahaan plat merah milik pemerintah daerah, sebagai pengelola air bersih harus meningkatkan pelayanan meskipun air baku terus menyusut. Ia melihat PDAM kini tak memberikan pelayanan maksimal selama ini. PDAM hanya mengandalkan waduk tadah hujan di Sungai Pulai, Gesek, Sei Jago, dan waduk Kampung Kolam sebagai sumber air baku untuk di Pulau Bintan. Di sisi lainnya, jumlah penduduk di Tanjungpinang dan Bintan terus bertambah hingga kebutuhan air bersih meningkat.

Baca Juga :  Bapak Tewas di Tangan Anak Kandung

”Sumur warga mulai pada kering. PDAM malah mengurangi produksi airnya dengan alasan air bakunya menyusut. Salah satu solusi terbaik jangka pendek dengan mengoperasikan SWRO,” kata Kherjuli.

Kata dia, di Tanjungpinang-Bintan, tidak ada istilah musim hujan seperti daerah di Jawa, mestinya pemerintah mengantisipasi kekurangan air bersih saat seperti saat ini. Ia juga mendesak, waduk Lagoi yang airnya berlimbah-limbah, bisa dimanfaatkan oleh negara, karena sesuai aturan air adalah miliki negara, meskipun izin pemanfaatnya dikelola oleh manajemen Lagoi.

”Kalau mendesak seperti ini air yang ada di waduk Lagoi itu bisa difungsikan untuk masyarakat kita,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang, belum bisa mendistribusikan air bersih ke rumah masyarakat yang mengalami krisis air bersih.

Pasalnya, mobil tangki milik Disperkim digunakan untuk menyiram tanaman di taman hingga dimedian jalan. ”Dua unit mobil tangki kita gunakan untuk siram tanaman setiap hari. Kita tidak ada mobil tangki lagi. Jadi, kita tidak bisa bantu untuk mendistribusikan air bersih ke rumah masyarakat,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Amrialias kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (27/2).

Baca Juga :  Jabatan Kadisdik Masih Kosong

Dengan kondisi seperti itu, Amrialis langsung membangun koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang. Karena Penanggulangan Kebakaran yang memiliki mobil tangki air.

Dan mobil tangki tersebut, menurutnya, selalu stanbay alias jarang digunakan atau beroperasi. Jadi, saat ini mobil tangki milik organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut bisa digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat yang sedang tertimpah musibah krisis air di tempat tinggalnya. ”Sudah saya telpon ke Penanggulangan Kebakaran, agar mereka bisa bantu,” sebut mantan Plt Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang ini.

Baca Juga :  Stok Beras Bulog 2 Ribu Ton Aman untuk 3 Bulan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulanagan Kebakaran Kota Tanjungpinang, Efendi mengatakan, pihaknya siap untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat yang sedang tertimpah krisis air di tempat tinggalnya. Permasalahan ini perlu terlebih dahulu ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Tanjungpinang.

Karena sesuai dengan bidangnya. Kemudian, BPBD sudah memiliki mobil tangki air sendiri. Mobil tangki ini dipergunakan untuk mendistribusikan air bersih ke rumah masyarakat yang membutuhkan bantuan. ”Kalau tidak salah satu atau dua unit mobil tangki gitu,” kata Efendi. Apabila BPBD kekurangan mobil tangki, lanjut Efendi, pihaknya akan menurunkan 4 unit armada mobil kebarakan tersebut.(ABAS-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here