Pemko Diminta Awasi Monopoli Wisman

0
62
Dua turis saat tiba di Pelabuhan Internasional Sribintan Pura Tanjungpinang, belum lama ini. f-adly bara/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara akhir-akhir ini mengalami peningkatan ke Kepri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, kunjungan wisman ke Kepri mengalami kenaikan 10.55 persen dari Januari-Agustus, lalu. Sedangkan jumlah kunjungan wisman Kota Tanjungpinang menunjukkan angka yang positif yakni 26.19 persen.

Tapi, ironisnya peningkatan jumlah wisman yang berkunjung ke Ibukota Provinsi ini, tidak memberikan dampak positif terhadap dunia usaha kecil menengah hingga beberapa perhotelan.

Hal tersebut juga diakui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kadispar) Kepri Buralimar, saat dihubungi Tanjungpinang Pos, Rabu (24/10).

”Saya sudah baca informasi ini, mirip dengan apa yang sudah diungkapkan pemerintah Bali terkait monopoli usaha pariwisata, namun di Kepri. Kewenangan untuk ini sepenuhnya ada di pemerintah kabupaten/kota, jadi kami minta pemerintah daerah, intens mengawasi,” tegas Buralimar.

Tegas Buralimar, monopoli adalah sesuatu yang sangat merugikan daerah, meskipun belum menemukan secara pasti aktivitas tersebut, namun dirinya sudah mendengar bahwa di Kota Tanjungpinang ada aktivitas tersebut.

”Kalau misalnya kedapatan petugas, siap-siap diberikan sanksi tegas,” pesannya.

Sementara, anggota DPRD Provinsi Rudi Chua, juga pengusaha di Kota Tanjungpinang, membenarkan bahwa sudah lama aktivitas monopoli wisman yang berkunjung Tanjungpinang. Memang kata dia, kondisi kunjungan wisman Tiongkok ke Tanjungpinang saat ini menunjukkan tren yang meningkat dan sangat signifikan.

Hanya saja, dia akui disayangkan kenaikan kunjungan wisman yang didominasi turis Tiongkok tersebut sampai saat ini, tidak membawa kontribusi apapun untuk perekonomian kota Tanjungpinang.

”Mereka melakukan monopoli hampir semua lini usaha terkait dengan wisman tersebut dengan membeli atau menyewa semua usaha terkait sehingga hampir tidak ada dampak multiple efek yang didapatkan dari kunjungan wisman tersebut,” ujarnya.

Sambung Rudi, mereka monopoli mulai dari hotel, restoran, souvenir sampai semua lini usaha lain dikuasai, malahan banyak sekali keluhan dari guide lokal yg mengeluh pekerjaan mereka diambil alih guide bawaan dari Tiongkok yang sebenarnya tidak boleh melakukan kegiatan pemanduan disini. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here