Pemko Evaluasi Petugas Kebersihan

0
45
PENJABAT (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza sedang mengambil kantong plastik berserakan di depan ruko, berada di DI Panjaitan Tanjungpinang, Kamis (8/2). F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – PEMERINTAH Kota Tanjungpinang segera mengevaluasi kinerja dan jumlah petugas kebersihan, di wilayah Bintan Centre maupun di lokasi lain. Evaluasi ini dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang sedang evaluasi petugas kebersihan. Apakah petugas tersebut sudah menjalankan tugasnya untuk membersihkan di daerah yang ditentukan, atau belum.

”Kalau sudah, berarti petugas tersebut sudah menjalankan tugasnya. Namun, petugas masih memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan di daerah tersebut,” kata Raja Ariza, Kamis (8/2) kemarin.

Oleh karena itu, petugas harus melakukan pengawasan terhadap kebersihan di daerah tersebut. Kalau masih terlihat, hendaknya sampah tersebut diambil dan dibuang pada tong sampah, atau di bak sampah kontainer milik Pemko Tanjungpinang.

”Ini yang sedang kita evaluasi,” tegas Raja Ariza, Kamis (8/2).

Raja Ariza ingin Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri bersih. Artinya, tidak lagi terlihat sampah berserakan. Karena sampai saat ini, ia masih melihat sampah berserakan. Baik di depan ruko hingga ke jalan raya. Yang sering ia menemukan sampah menumpuk di daerah tugu Proklamasi, gedung Kaca Puri, sekitar Masjid Raya hingga di depan ruko. Ini berdasarkan patauan dirinya setiap subuh.

Raja Ariza menyampaikan, dirinya setiap subuh selalu keliling Tanjungpinang sambil memotret, daerah yang ada sampah dan bebas dari sampah. Tumpukan sampah langsung dikirim ke grup WA Dinas Perkim Kota Tanjungpinang. Ia tak sungkan memerintahkan petugas untuk membersihkan daerah tersebut, apabila ada sampah. Namun, ia memberikan jempol apabila daerah tersebut bersih alias tidak terlihat sampah.

”Karena saya tidak mau ada selembar kertas sampai menyentuh tanah atau jalan Tanjungpinang,” ucapnya.

Ia mengambil contoh, di negara Thailand sudah mengajarkan ke warganya untuk membawa sampah ke rumahnya masing-masing. Jadi, di negara tersebut sudah tidak ada lagi terlihat satu pun sampah berserakan di jalan.

”Anak-anak TK sana sudah diajarkan dari sekolahnya. Ada sampah, bawa pulang ke rumah. Pemko Tanjungpinang ingin budaya positif ini juga diterapkan di daerah kita,” terang dia.

Maka dari itu, ia minta masyarakat untuk mengumpulkan sampah di satu tempat. Apabila sampah sudah menumpuk, masyarakat segera lakukan koordinasi dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perkim Kota Tanjungpinang.

”Jangan lagi sampah berserakan seperti di depan ruko ini,” sebut dia.

Hingga berita ini terbit, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang Amrialis belum memberikan keterangan.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here