Pemko Harus Fokus Bangun Infrastruktur

0
194
Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno turun ke lapangan sebagai bentuk dukungan DPRD Kota Tanjungpinang terhadap pembangunan infrastruktur di Kawasan FTZ Kota Tanjungpinang di Dompak. f-istimewa

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang mengingatkan Pemerintah Kota Tanjungpinang jangan menunda-nunda pembangunan infrastruktur. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian.

TANJUNGPINANG – Terutama di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau free trade zone (FTZ). Dua titik wilayah FTZ di Tanjungpinang yang telah ditetapkan yakni di Senggarang dan Dompak. Meskipun kedua wilayah tersebut tidak merata masuk kawasan FTZ.

Ketua Kadin Tanjungpinang Bobby Jayanto, mengatakan pembangunan infrastruktur di Tanjungpinang masih minim. Termasuk infrastruktur jalan dan pelabuhan di kawasan FTZ.

Menurut Bobby, Batam, Bintan dan Karimun industrinya berkembang, karena pemerintah daerah bekerjasama dengan pengusaha, telah menyediakan pembangunan infrastruktur. Mereka bangun infrastruktur kawasan industri.

Bobby mencontohkan Batam. Kawasan industri Batamindo Batam, bekerjasama dengan Otorita Batam saat itu, telah bangun infrastruktur di kawasan tersebut. Jadi, investor yang mau masuk, tidak lagi mengeluarkan dana hanya untuk bangun infrastruktur, karena sudah tersedia. Begitu juga kawasan industri Lobam, Bintan.

Para investor tinggal masuk, tak perlu lagi mengeluarkan dana besar untuk bangun iinfrastruktur agar usahannya jalan.

”Jangan tunda bangun infrastruktur. Mulai 2019, fokus tahun 2020,” ujarnya.

Sambung dia, kalau sudah dibangun infrastruktur, secara berlahan-lahan ekonomi berkembang. Dan, pasti investor masuk, karena infrastruktur pendukung lainnya seperti listrik dan air sudah lebih baik.

Dulu, sambung dia, investor pada lari mau menanamkan modalnya di Tanjungpinang, karena saat itu Tanjungpinang masih krisis listrik. Sekarang, listrik di Tanjungpinang sudah surplus.

Sambung dia, bila dua kawasan sudah dibangun infrastruktur, baik jalan dan pelabuhan, paling tidak pemerintah daerah sudah pede atau percaya diri, mempromosikan dua kawasan FTZ ke investor. Tapi, kalau infrastruktur tetap tidak dibangun, ya pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang tetap stagnan atau begini-begini saja.

”Pemko harus berani bangun infrastruktur di dua kawasan FTZ, berkoordinasi dengan Pemprov Kepri dan BP Tanjungpinang,” ujarnya.

Ia juga minta kepada pemerintah daerah, untuk rajin-rajin minta dana APBN ke pusat, untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di kawasan FTZ. Apalagi, saat ini pemerintah pusat gencar-gencarnya membangun infrastruktur di daerah.

”Saya yakin pemerintah pusat pasti mau membantu peningkatn pembangunan infrastruktur di kawasan FTZ, asalkan pemerintah daerah fokus untuk mengembangkan kawasan itu,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, melihat FTZ adalah produk unggulan, tapi tidak dikelola dengan baik di Tanjungpinang. Kendala lahan, sambung mestinya pemerintah daerah setiap tahun, menganggarkan dana untuk pembebasan lahan. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here