Pemko Harus Fokus Bangun Pendidikan

0
796
TINJAU: Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga saat meninjau ujicoba pelaksanaan UNBK. f-martunas/tanjungpinang pos

Belum Semua SMP Terapkan UNBK

Tanjungpinang – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan menginginkan agar sekolah di Indonesia dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Berbagai cara pun dilakukan, termasuk menetapkan jadwal ujian yang berbeda-beda dan bergelombang.

Siswa SMK ditetapkan lebih dahulu melaksanakan ujian. Dijadwalkan, tanggal 3 sampai 6 April 2017. Disusul siswa SMA, tanggal 10-13 April 2017 mendatang. Sedangkan untuk SMP dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan tanggal 2, 3, 4 dan 8 Mei 2017 kemudian tahap kedua mulai tanggal 9, 10, 15 dan 16 Mei 2017.

Di Tanjungpinang, meski jadwal pelaksanaan ujian sudah berbeda, namun belum seluruh sekolah tingkat SMP dapat melaksanakan UNBK. Sisanya masih manual atau menggunakan Lembaran Jawaban Komputer (LJK).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. Dari 23 sekolah tingkat SMP hanya 12 sekolah yang dapat menerapkan UNBK. Delapan sekolah berstatus negeri yaitu SMPN 1 sampai SMPN 8 dan empat sekolah swasta.

Baca Juga :  Wako Tegaskan Tugas Fungsi Guru

Dari 8 sekolah negeri tingkat SMP, hanya satu sekolah yang sudah memiliki sarana dan prasarana penunjung pelaksanaan UNBK sendiri. Yaitu SMPN 1 Tanjungpinang, bahkan pelaksanaan UNBK bukan kali pertama karena sudah diterapkan sejak 2014 lalu.
Sedangkan tujuh sekolah lainnya, masih menumpang ke tingkat SMA dan SMK di Tanjungpinang.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Tanjungpinang, Sumantri menuturkan, Disdik sudah menyusun tujuh sekolah tingkat SMA dan SMK yang ditumpangi SMP.

Dituturkannya, untuk SMPN 2 Tanjungpinang menumpang di SMKN 3 Tanjungpinang. SMPN 3 Tanjungpinang di SMAN 3 Tanjungpinang dan SMPN 4 Tanjungpinang di SMAN 2 Tanjungpinang.

Kemudian, SMPN 5 Tanjungpinang menumpang ke SMAN 1 Tanjungpinang, untuk SMPN 6 Tanjungpinang ke SMAN 4 Tanjungpinang SMPN 7 dan 8 menumpang ke SMKN 1 dan SMKN 2 Tanjungpinang.

”Meski sudah menerapkan jadwal ujian berbeda, belum bisa seluruh sekolah di Tanjungpinang menerapkan. Disdik pun sudah mengatur sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ajak Membaca Sejak Dini

Untuk empat sekolah swasta yang menerapkan yaitu SMP Pelita Nusantara (Pelnus), Katolik, Matria dan Djuwita. Serta ke empat sekolah ini, memiliki sarana dan prasarana sendiri.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang membidangi pendidikan, Maskur Tilawahyu menuturkan, Pemko Tanjungpinang belum fokus membangun pendidikan yang berkualitas.

Hal itu terlihat dari, minimnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dan fasilitas paling penting yaitu komputer untuk melaksanakan UNBK.

Padahal, menurutnya jika Pemko fokus ingin menyediakan seluruh sarana itu sangat mungkin. Hanya saja, realisasi untuk pembangunan pendidikan itu, masih jauh dari harapan masyarakat.

”Saya juga bingung, padahal, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tanjungpinang sudah ditambah menjadi Kota Pendidikan. Meski demikian, fokus pemerintah itu kurang,” ungkapnya.

Ia menilai anggaran untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMP tidak menyita anggaran begitu besar. Bila disediakan sekitar Rp 5 miliar sudah dapat menyediakan untuk sekitar 12 sekolah.

Baca Juga :  Pramuka SMPN 4 Ikut Jambore Nasional

Mulai dari pembelian 40 komputer di setiap sekolah, pengadaan jaringan internet, server dan sarana pendukung lainnya. Menurutnya, anggarannya tidak sampai Rp 500 juta per sekolah.

”Saya rasa anggarannya tidak sampai Rp 500 juta persekolah. Inilah yang perlu terus didukung,” ungkapnya.

Ia berharap, meski Pemko Tanjungpinang memiliki sisa hutang kegiatan 2016 lalu sekitar Rp 19 miliar, tidak mengurangi kegiatan-kegiatan di sektor pendidikan.

”Pemko kan punya hutang sisa tahun lalu, tapi saya belum tahu apakah kegiatan dirasionalisasi atau mungkin nantinya dianggarkan di APBD Perubahan. Belum dapat laporan terkait ini, terpenting saya meminta kegiatan pendidikan jangan ada yang dikurangi,” paparnya.(DESI LIZA PURBA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here